Dampak Refocusing ADD di Kabupaten Trenggalek, RT dan BPD Tarancam Tak Gajian

Puryono

Trenggalek, Bhirawa
Desa harga mati jangan sampai Alokasi Dana Desa ( ADD) dikurangi satu rupiah pun karena menyangkut hajat hidup yang ada di desa karena dampaknya terhadap seluruh instrumen yang ada di desa karena ada pengurangan, contohnya Rukun Tetangga (RT) dan BPD Kemungkinan bisa tidak digaji karena dampak pengurangan.

Pernyataan tersebut diungkapkan Puryono Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKD) Kabupaten Trenggalek usai Rapat Dengar Pendapat Dengan DPRD, OPD dan TAPD membahas Refocusing anggaran kabupaten Trenggalek. Di aula Gedung DPRD setempat. Kamis (8/4).

Menurutnya terkait intervensi seluruh penanganan covid-19 yang sudah dibebankan pada Dana Desa (DD) lewat surat edaran dari menteri keuangan, menteri dalam negeri, dan menteri desa, pada tahun 2020 sudah kita laksanakan.

“Di tahun 2021 ada surat edaran lagi bahwa minimal 8 persen DD untuk penanganan covid-19,” ujarnya.

Desa sudah menangani sendiri Covid-19 lewat DD, kalau ADD harus direvokusin lagi, covid yang mana lagi, karena desa ini sudah menangani covid sendiri lewat Dana Desa.

“32 juta itu bagi desa tergolong besar karena instrumen desa serta regulasinya hanya sedikit ,” tuturnya.

Sementara itu Sekertaris Daerah (Sekda Kabupaten Trenggalek Joko Irianto menanggapi hal itu pihaknya akan mencarikan jalan keluar dengan melakukan koordinasi dengan Bupati.

“Kita mencari jalan keluar, mudah mudahan kita memperoleh dana pengganti ADD yang kemarin kita potong senilai 5 persen, ya hampir 5 milyar,” ungkapnya.
Sebelumnya dijelaskan Joko revokusing 105 tersebut salah satunya dari ADD sebesar 5 miliar.

“ADD itu turunan dari DAU 10 persen, setelah kita mendapat penjelasannya, selanjutnya coba kita cari jalan keluar yang lain,” ungkapnya.

Sesuai ketentuan refocusing anggaran Kabupaten ditujukan untuk penanganan covid-19, salah satunya untuk pembiayaan vaksinasi.

“Memang vaksinnya dari pusat namun tenaga perawat dan alat alatnya semua dari kita, karena dari penghitungan kemarin, seperti untuk rehab rumahsakit darurat dan operasional lainnya totalnya hampir 105, yang akhirnya masing masing OPD kita potong termasuk ADD,” jelasnya.

“Namun setelah mendengar aspirasi AKD dan PPDI kita carikan jalan keluar Rencananya program adipura desa akan dilakukan evaluasi sesuai dengan aspirasi AKD,” pungkasnya.( Wek).

Tags: