Dan Yon Zipur 10/JP/2 Kostrad 10 Berikan Penghargaan Prajurit

Dan Yon Zipur 10 beri penghargaan bagi prajurit berprestasi.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Probolinggo, Bhirawa.
Dalam rangka mewujudkan dan mengembangkan semangat para prajurit, Komandan Yon Zipur 10/JP/2 Kostrad, Letkol CZI Eko Cahyono memberikan apresiasi berupa penghargaan kepada prajurit yang berprestasi. Penyerahan penghargaan berlangsung di lapangan tembak Batalyon Zeni Tempur (Yon Zipur), Minggu (2/10) petang.

Kegiatan tersebut dirangkai dengan pelaksanaan Bakti Sosial (Baksos) Bersama Harley Davidson Club Indonesia (HDCI) Surabaya. Giat yang dilaksanakan dalam rangka memperingati HUT TNI ke 77 tahun 2022 itu dihadiri Wali Kota Probolinggo Habib Hadi Zainal Abidin. Tak sendiri, ia juga bersama Dandim 0820 Letkol Arh. Arip Budi Cahyono, Kapolres Probolinggo Kota Wadi Sa’bani.

Letkol CZI Eko mengatakan bahwa dengan reward yang didapat ini diharapkan prajurit dapat mempertahankan dan meningkatkan prestasinya serta makin bersemangat dalam menuntaskan pekerjaan untuk satuan.

“Dengan dilaksanakan pemberian penghargaan ini, bagi anggota yang berprestasi diharapkan dapat menjadi motivasi bagi anggota yang lain untuk meningkatkan kinerja dan prestasinya khususnya dalam bidang olahraga,” katanya.

Giat tersebut, lanjut Eko, sekaligus menjadi ajang untuknya pamit undur diri dari kesatuan Batalyon Zipur 10, karena harus berpindah tugas ke Kodam XVIII/Kasuari Papua Barat. Namun demikian, tambahnya, pelaksanaan kegiatan-kegiatan seperti ini akan tetap diagendakan dan dilanjutkan oleh komandan batalion yang baru.

“Meskipun nantinya ada pergantian komandan, kami akan mengkomunikasikan dengan komandan yang baru bahwa, kegiatan semacam ini akan tetap berlanjut,” tuturnya.

Letkol CZI Eko Cahyono berharap ke depan satuan kesatuan antara TNI dengan masyarakat akan semakin solid, kuat dan kokoh. Sehingga setiap permasalahan bisa diselesaikan dengan baik tanpa adanya kekerasan.

Sementara itu, Ketua HDCI Surabaya Indra Tattoo mengatakan giat bansos itu merupakan agenda rutin yang dilakukan HDCI Surabaya bekerja sama dengan kesatuan Batalyon Zipur 10/JP/2 Kostrad Probolinggo.

“Dimana kami bukan hanya sekadar nongkrong-nongkrong saja, tapi juga bagaimana keberadaan kami ini bisa bermanfaat bagi orang banyak,” ujarnya.

Pada kesempatan itu HDCI Surabaya dan Yonzipur 10/JP/2 Kostrad, mendistribusikan 70 paket sembako untuk diberikan pada warga sekitar dan keluarga prajurit, tali asih bagi putra/putri anak yatim dan warakauri sebanyak 10 paket. Serta 20 penghargaan prajurit berprestasi.

Adapun perwakilan prajurit yang mendapatkan Penghargaan yaitu Prajurit Pratu Ilham Adi Putra, Prada Rifandi Ena, Prada La Ode Muhamad Armin, Prada La Ode Hadi Syaputra, Prada Hadir, Prada Stroyer dan Prada Erwin. Prajurit ini terbukti mampu mengharumkan nama kesatuan batalyon dan Kota Probolinggo di ajang bergengsi tingkat Provinsi Jawa Timur dan Nasional.

Kegiatan itu juga dirangkai dengan berlatih menembak (fun shooting) untuk meningkatkan kemampuan dalam penggunaan senjata api bagi prajurit dan sekaligus latihan praktik menembak dan demolisi di lapangan, lanjutnya.

Menjadi seorang prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) Angkatan Darat adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Proses menjadi seorang prajurit handal TNI Angkatan Darat bukanlah hal yang mudah. Seorang calon prajurit harus memiliki kekuatan fisik dan disiplin yang tinggi dalam menjalani setiap materi dalam pendidikan.

Seperti halnya para prajurit TNI Angkatan Darat yang hendak bergabung dalam Satuan Batalyon Zeni Tempur (Yonzipur) 10/Jaladri Kostrad ini. Tidak mudah bagi prajurit TNI Angkatan Darat yang hendak bergabung ke dalam satuan Yonzipur 10 Kostrad yang bermarkas di Pasuruan, ungkap Letkol CZI Eko Cahyono.

Prajurit TNI Angkatan Darat yang ingin bergabung ke dalam satuan Yonzipur 10/Jaladri Kostrad harus melewati tradisi satuan. Tidak tanggung-tanggung, para prajurit tempur Kostrad itu harus mampu melakukan Jalan Jarak Jauh (Long Mars) selama lima hari lima malam dengan rute Mayonzipur 10 – Pasrepan – Puspo – Wonokitri – Lautan Pasir Bromo – Sukapura – Lumbang – Plososari – Gondang Wetan – Mayonzipur 10.

“Tradisi satuan Lintas Gunung Bromo merupakan kegiatan tradisi pembinaan personel yang diwariskan oleh pendahulu dan merupakan suatu kewajiban yang harus dilalui oleh setiap personel yang baru masuk menjadi anggota Batalyon Zeni Tempur 10 Kostrad, agar memiliki rasa kebanggaan sebagai seorang prajurit sejati,” kata Komandan Batalyon Zeni Tempur 10 Kostrad Letkol Czi Eko Cahyo Setiawan.

“Hal ini sangat penting mengingat jiwa korsa dan semangat yang tinggi merupakan sebuah kunci keberhasilan dalam pelaksanaan tugas, dengan memiliki jiwa patriotisme sehingga akan membentuk prajurit yang handal dan profesional,” tandasnya.

Selain itu, setelah berhasil menempuh Long Mars selama lima hari lima malam, para warga baru Yonzipur 10 Kostrad itu kemudian mengikuti upacara penciuman bendera satuan serta penyiraman air kembang oleh Komandan Batalyon Zeni Tempur 10 Kostrad, tambahnya.(Wap.hel)

Tags: