Dana Desa Banyak Dikorupsi, Kejari Tuban Bentuk Tim Jaga Dana Desa

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tuban, Bambang Dwi M saat memberikan keterangan pada awak media.

Tuban, Bhirawa
Selama Tahun 2019, Kejaksaan Negeri Tuban (Kejari) telah menuntaskan 4 (Empat) Kasus Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Korupsi, dan keseluruhan sudah diekseusi oleh Pengadilan Penindakan Korupsi (Tipikor) Jawa Timur.
Hal tersebut disampikan oleh Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tuban, Bambang Dwi M dalam Pers Rilis capaian Kejari Tuban tahun 2019 di Kantor Kejari setempat.
“Pidsus penyidikan satu perkara, empat sudah limpahkan ke Tipikor, dan keempatnya sudah di eksekusi,” kata Bambang, Selasa (7/1/2020).
Lebih lanjut ditegaskan, empat perkara yang ditangani yakni, perkara sisa tahun yang lama, dengan inisial terpidana SM dan MM kasus Dana Desa (DD) di Desa Mojoagung Kecamatan Soko, dengan kerugian negara Rp 202 juta, kemudian Perkara dari limpahan Polri di 2018 dan kasus penggelapan bantuan Sapi Rp 58 juta.
Selanjutnya, terpidana AS penyalahgunaan DD Desa Glondonggede, Kecamatan Tambakboyo yang merugikan negara sebesar 100 juta, dan yang terakhir terpidan berinisial HS korupsi DD dan ADD selama tahun anggaran 2015-2017, di Desa Sendangrejo Kecamatan Parengan. Negara merugi sebesar Rp 318 juta.
“Dua perkara kasus lama, sisanya baru,” tambahnya.
Sesuai dengan petunjuk Kejagung RI, upaya pencegahan menjadi dasar gerakana Kejari kedepan, agar Kepala Desa maupun yang lainnya terhindar dari tindakan melanggar hukum. Karena, rata-rata modusnya kesengajaan memperkaya diri.
“Alhamdulillah uang hasil kejahatan korupsi tahun 2019 bisa kembali Rp 406 juta,”
Untuk tahun 2020 ini, Kejari Tuban akan membuat Tim Jaga Dana Desa agar tidak ada kebocoran dan tidak disalah gunakan.
“Kita juga akan berikan buku saku, biar dalam penerapan DD dan ADD tidak ada lagi yang berdalih, tidak tahu lagi,” pungkasnya. (Hud)

Tags: