Dandim 0810/Nganjuk Pimpin Rehabilitasi Sumber Mata Air

Aksi tanam oleh Dandim, Polsek dan komunitas lingkungan hidup Kabupate Nganjuk.

Gunakan CSR Perum Jasa Tirta I
Nganjuk, Bhirawa
Banyaknya sumber mata air yang mati mengering di wilayah pegunungan Wilis cukup memprihatinkan, di tambah dengan perubahan iklim yang cukup ekstrim hingga membuat suhu udara di beberapa wilayah Kabupaten Nganjuk sempa menembus angka 44 derajat celcius.

Di awal bulan Desember ketik hujan sudah mulai turun, dengan menggunakan dana corporate sosial responbility (CSR) Perusahaan Umum Jasa Tirta I dengan di pimpin oleh Komandan Kodim 0810 Letkol Inf Andi Sasmito, Polsek Ngetos, Dinas Lingkungan Hidup, Cabang Dinas Kehutanan Nganjuk, Kecamatan Ngetos, LMDH Ngetos serta perbagai organisasi masyarakat sepert Forum Pengurangan Resiko Bencana, Duta Wilis, GMBI, Pendaki Sialan (usia lanjut), corps pencinta alam, bahkan anak-anak SMPN 2 Blongko, bahu membahu menanam pohon yang merupakan CSR Jasa Tirta I,

Giat penanaman pohon di sekitar sumber mata air tersebut pada hari Kamis, 7 Desember 2023 menjadi momen yang baru bagi Dandim Letkol Inf Andi Sasmito, karena beliau baru pada tanggal 27 November kemarin menjabat sebagai Dandim 0810, sehingga membuat beliau antusias melakukan giat tanam pohon sebagai wujud rehabilitasi sumber mata air, dengan mengerahkan banyak anggota 0810.

” Wah lumayan menantang juga medannya, ini juga sambil untuk lebih mengenal daerah wilayah Nganjuk”, ujar Dandim.

Adapun jenis pohon yang di tanam adalah pohon beringin, pohon Alpukat, dan di harapkan dapat tumbuh menjadi perkebunan buah alpukat di lokasi sumber mata air.

“Harusnya sumber-sumber mata air ini sudah harus di inventarisasi, dan ada kegiatan berkala untuk merawat dan melindungi sumber mata air tersebut, karena dengan perubahan iklim yang ekstrim, penggunaan air bawah tanah yang terus-menerus, baik untuk masyarakat, irigasi, atau untuk sektor industri yang rakus menyedot, mengexplorasi air bawah tanah, serta mati atau punahnya sumber mata air tersebut dapat menjadikan Nganjuk kesulitan air bersih 20-40 tahun mendatang”, kata Mas Syaiful, penggiat lingkungan yang baru saja pensiun dari CDK Mojokerto ini.

Hal senada juga di sampaikan Gogot, “harusnya pabrik-pabrik yang ada di Nganjuk, terutama pabrik-pabrik air minum dalam kemasan (AMDK) seperti pabrik Club, melakukan CSR dan ikut melakukan konservasi di sumber-sumber mata air baik di pegunungan Wilis atau di wilayah pegunungan Pandan, harus seimbang jangan cuma memanen airnya saja”, tambah Gogot.

Sayangnya Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nganjuk, selaku stake holder yang memegang amanah Undang-undang Lingkungan Hidup tidak atau belum bisa maksimal dalam menjaga dan melestarikan sumber daya air dan melakukan konservasi, rehabilitasi sumber mata air seperti yang di amanatkan juga oleh undang undang Sumber Daya air.

“Apapun yang coba di lakukan oleh para penggiat lingkungan hari ini memang masih jauh dari bayangan ideal, tetapi tetap ada harapan melihat anak-anak muda dari SMPN 2 Blongko, Kecamatan Ngetos yang juga ikut serta menanam pohon buah alpukat, dan semoga mereka kelak yang akan melanjutkan kegiatan-kegiatan ini besok”, ujar mas Syaiful,saat jam menunjukan pukul 10.30,dan giat tersebut berakhir. (dro.gat)

Tags: