Dandim 0815 Mojokerto Ingatkan Waspadai Komunis dan Faham Radikal

Tampak dalam foto kasdim sedang memberikan pengarahan kepada segenap anggota kodim mojokerto baik TNI maupun ASN dan KBT tentang balatkom dan faham radikal.

Mojokero. Bhirawa
Bangkitnya kembali bahaya laten komunis dan faham radikal hingga kini terus diwaspadai oleh TNI utamanya pada Satuan Komando Kewilayahan. Hal ini terbukti kegiatan sosialisasi dan antisipasi Balatkom dan faham radikal dari Komando atas secara periodik terus digelar.
Seperti yang dilakukan Kodim 0815 Mojokerto menggelar kegiatan sosialisasi Pembinaan Antisipasi Bahaya Laten Komunis (Balatkom) dan Faham Radikal TA. 2019, di Ruang Pertemuan Makodim 0815 Jalan Majapahit Nomor 1 Kota Mojokerto,kali ini.
Dengan tema “Melalui Pembinaan Antisipasi Balatkom Dan Paham Radikal, Prajurit TNI AD Senantiasa Waspada Dan Mampu Mengambil Langkah Yang Tepat Dalam Mengamankan Dan Menjaga Keselamatan Bangsa Dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) Dari Segala Bentuk Ancaman Terutama Bangkitnya Kembali Bahaya Laten Komunis Dan Faham Radikal”.
Komandan Kodim 0815 Mojokerto Letkol Kav Hermawan Weharima, SH., melalui Kepala Staf Kodim 0815 Mayor Inf M. Jenal Arifin, selasa 27/11/2019 antara lain mengatakan, Sosialisasi Pembinaan Antisipasi Balatkom dan Faham Radikal yang diselenggarakan oleh Kodim 0815 Mojokerto merupakan Program Komando Atas.
Dilaksanakannya kegiatan ini dikalangan Prajurit TNI AD dan PNS serta Persit / KBT, karena bahaya laten komunis sewaktu-waktu bisa timbul kembali demikian pula dengan faham radikal. “Untuk itu kita tetap dituntut dan dibekali informasi-informasi terkait faham komunis dan radikal yang mungkin timbul sewaktu-waktu sehingga kita dapat mengantisipasinya dengan mengambil langkah dan tindakan yang tepat demi keselamatan bangsa dan demi tetap utuh dan tegaknya NKRI,” tandas kasdim.
Lebih lanjut dikatakan kasdim diselenggarakannya kegiatan ini dimaksudkan untuk menangkal timbulnya kembali gerakan-gerakan komunis gaya baru dan perlu diingat bahwa ideologi komunis di Indonesia merupakan bahaya laten yang tidak pernah mati, akan tetapi hanya berubah bentuk serta akan terus berkembang dengan gaya baru, sampai dengan saat ini faham komunis masih dinyatakan sebagai organisasi terlarang.
Untuk menghadapi berbagai kemungkinan tersebut perlu diberikan pemahaman kepada semua prajurit dan PNS AD beserta KBT termasuk masyarakat didalamnya tentang ancaman bangkitnya kembali komunisme di Indonesia.
Untuk itu kepada seluruh Prajurit, PNS AD dan KBT untuk senantiasa meningkatkan kewaspadaan sehingga tidak mudah terhasut dan terprovokasi oleh tipu daya serta propaganda yang dilakukan kelompok komunis dan radikal.pungkas kasdim. (min)

Tags: