Danrem 083 Bhaladika Jaya Malang Inisiasi Pembuatan SarCovid Booth

Bilik sterilisasi SarCovid Booth hasil inisiasi Danrem 083 Bhaladika Jaya Malang, saat diuji cobakan di halaman Peringgitan Pendapa Agung Kab Malang

(Cegah Penyebaran Covid-19)
Kab, Malang, Bhirawa
Menyebarnya Corona Virus Disease (Covid-19) di Indonesia, hal ini telah membuat  Komandan Korem (Danrem) 083/Bhaladika Jaya Malang Kolonel (Inf) Zainuddin menginisiasi pembuatan bilik sterilisasi penyemprotan desinfektan secara otomatis, yaitu untuk mencegah Covid-19.
Sedangkan alat penyemprot desinfektan itu kreasi dari Relawan Malang Bersatu Lawan Corona (MBLC), yang hal itu diketuai Danrem sendiri. Dan alat penyemprot yang ada didalam bilik sterilisasi diberi nama SarCovid Booth. Dari hasil kreasi MBLC itu, lalu Danrem menyerahkan SarCovid Booth tersebut kepada Bupati Malang HM Sanusi.
“Kami memberikan SarCovid Booth itu, yakni sebagai subangsih MBLC kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang dalam menanggulangi Covid-19. Sebab alat itu, guna untuk mengantisipasi adanya kuman atau virus yang menempel pada baju maupun badan kita dengan menyemprotkan desinfektan,” ujar Danrem 083/Bhaladika Jaya Malang Kolonel (Inf) Zainuddin, Minggu (22/3), kepada wartawan.  
Menurut Zainuddin, penyemprot otomatis cairan desinfektan itu, memang dibuat untuk membantu masyarakat yang ingin membunuh Covid-19 secara mandiri dengan desinfektan. Sedangkan bilik sterilisasi yang terdapat SarCovid Booth, bisa ditempatkan pada pintu masuk kantor. Sehingga pegawai yang akan masuk kantor harus melewati bilik sterilisasi tersebut, guna untuk mengatisipasi adanya virus yang menempel di baju maupun pada badan mereka.
“Fungsi dari SarCovid Booth itu, cairan desinfektan akan menyemprotkan secara otomatis ketika masuk pada bilik, dan cairan itu akan menyemprot pada seluruh badan kita hingga pada kaki. Sehingga cairan desinfektan akan membunuh virus secara mandiri dalam jumlah besar,” ungkap Danrem 083 Bhladika Jaya.
Disebutkan, ide pembuatan alat SarCovid Booth didapat dalam diskusi dengan para relawan, pada 16 Maret 2020. Dan para relawan lalu berinisiasi untuk membuat alat yang bisa dipakai secara mandiri. Sehingga dari ide tersebut, maka dirinya memberikan beberapa inspirasi. Salah satunya adalah bilik sterilisasi secara otomatis yang banyak dibuat di Vietnam. Dengan ide itu, para relawan langsung membuat dan melakukan uji coba.
“Lalu sehari kemudian, tim langsung memproduksi prototype bilik sterilisasi secara otomatis penyemprot desinfektan. Dan alat tersebut mampu menyemprotkan desinfektan untuk 1000 orang dengan cairan anti bakteri sebanyak 16 liter. Dari uji coba itu, maka pihaknya menyerahkan SarCovid Booth kepada Bupati Malang,” jelas Zainuddin.
Sementara itu, Bupati Malang HM Sanusi mengatakan, dirinya sangat berterima kasih kepada Danrem 083 Bhaladika Jaya Malang Kolonel (Inf) Zainuddin, yang sekaligus Ketua MBLC, telah membuat SarCovid Booth. Sedangkan alat penyemprot tersebut sangat bermanfaat untuk melakukan antisipasi penyebaran Covid-19, dilingkungan Pemkab Malang, terutama pada masyarakat Kabupaten Malang, yang saat ini menjadi penyakit yang ditakutkan.  
“Kami berharap, agar alat SarCovid Booth ini bisa diproduksi secara masal. Mengingat Covid-19 ini, semakin hari semakin meyebar dan semakin membuat takut masyarakat. Sehingga jika diproduksi secara masal, maka nantinya bisa ditempatkan ditempat-tempat strategis,” tuturnya. [cyn]

Tags: