Dari Tour Perjalanan Komunitas PGAN Situbondo 1992

Sebagian anggota perkumpulan komunitas PGAN Situbondo 1992 saat menikmati indahnya pemandangan wisata Teramang Java Jiwa Terakota Banyuwangi. [sawawi]

Rutin Adakan Kegiatan Sosial, Selalu Kelilingi Destinasi Wisata Baru di Jatim
Kab Situbondo, Bhirawa
Di Kabupaten Situbondo, berdiri sebuah komunitas alumni PGAN (Pendidikan Guru Agama Negeri) Situbondo 1992 yang telah terbentuk sekitar 2010 lalu. Komunitas yang anggotanya sudah memasuki usia 46 tahun ke atas itu, banyak melakukan kegiatan positif di tengah-tengah masyarakat pantura Jawa Timur. Satu diantaranya rutin mengadakan kegiatan sosial dan selalu berkeliling menikmati destinasi wisata baru di wilayah regional Provinsi Jatim. Seperti apa keseruannya komunitas ini ?.
Pagi itu, puluhan anggota dan alumni PGAN Situbondo 1992 berkumpul di sebuah tempat di Jalan Wijayakusuma, Kelurahan Dawuhan, Kecamatan Kota Situbondo. Para aktivis komunitas PGAN Situbondo 1992 itu mempersiapkan sebuah acara sosial di Desa Ramban Kulon, Kecamatan Cerme, Kabupaten Bondowoso. Disana para aktivis hendak menyalurkan bantuan dan tali asih kepada salah satu anggota komunitas bernama Abusairi. Pria yang kini berdinas di penyuluh KB Kabupaten Bondowoso itu sedang mengalami sakit stroke ringan.
“Kami bersama anggota yang lain sudah rutin menyisihkan sebagian rejeki untuk saling berbagi kepada anggota yang sedang tertimpa ujian dari Allah SWT,” ujar Hosiah, salah satu anggota Komunitas asal Kabupaten Bondowoso.
Wanita yang kini menjadi pengajar di SMPN 1 Curahdami Bondowoso itu menceritakan, anggota komunitas PGAN Situbondo 1992 tersebar diberbagai daerah di Provinsi Jawa Timur. Bahkan tak sedikit anggotanya sukses di berbagai daerah di Tanah Air. Mereka banyak meniti karir di belahan nusantara, seperti di Kalimantan, Sulawesi, Sumatera, Jogjakarta dan DKI Jakarta.
“Saya akui komunitas PGAN Situbondo 1992 ini sangat kompak dibanding komunitas yang lain. Yang paling saya suka, komunitas ini banyak melakukan aksi kegiatan sosial kepada masyarakat,” aku Hosiah, yang kini berdomisi di Perumahan Pelita Regency Bondowoso itu.
Tak hanya itu yang dilakukan anggota komunitas PGAN Situbondo 1992, lanjutnya, para aktivis juga rutin mengunjungi mantan guru yang sedang sakit atau menggelar sebuah hajatan pernikahan atau selamatan haji/umroh. Bagi komunitas ini, terang Hosiah, melakukan hal positif dan bermanfaat bagi masyarakat akan dilakukan secara bersama sama.
Termasuk diantaranya melakukan kegiatan tour keliling menikmati destinasi wisata baru yang tersebar luas di wilayah Jawa Timur. “Jalan jalan bersama ini juga bagian dari kegiatan rutin kami (Komunitas PGAN Situbondo 1992, red). Selain menikmati wisata lokal, kami juga kelilingi tempat wisata menarik lainnya yang ada di Jatim,” paparnya.
Anggota Komunitas lain bernama Azizah Robiah menimpali, banyak hal yang berguna dengan bergabung dalam perkumpulan ini. Wanita yang aktif sebagai pengajar disebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) di Desa Sumberanyar, Kecamatan Wongsorejo Banyuwangi ini merasakan nikmatnya dalam perkumpulan PGAN Situbondo 1992.
Selain dapat meningkatkan jalinan kebersamaan dan persaudaraan, urai wanita kalem ini, banyak kegiatan positif yang dapat dipetik dari berbagai kegiatan sosial PGAN Situbondo 1992. “Saya ikut bangga dengan kegiatan perkumpulan ini. Selain banyak melakukan ibadah sosial, ternyata juga banyak melakukan refresing. Misalnya tour jalan jalan ke tempat wisata,” papar Azizah.
Dengan banyak berwisata bersama Komunitas PGAN Situbondo 1992, sambung Azizah, selain dapat bersilaturrahim juga dapat memanjakan diri dengan menikmati berbagai aneka pemandangan yang menawan nan indah disejumlah lokasi wisata Tanah Air.
Azizah juga mengakui, dalam waktu dekat ini, perkumpulan PGAN Situbondo 1992 akan melakukan kegiatan sosial dan tour wisata ke Pulau Garam Madura. Disana, imbuh Azizah, selain akan melakukan ziarah ketempat makam kiai kharismatik, komunitas PGAN Situbondo 1992 akan melakukan anjangsana ke rumah alumni PGAN yang lain. “Ini sedang kami rancang. Nanti kalau sudah liburan kami akan berangkat ke Madura,” ujarnya.
Setali tiga uang, Joko Sarjono, anggota lain dari Perkumpulan PGAN Situbondo 1992 asal Surabaya ini mengaku banyak memiliki kenangan manis selama bergabung dalam komunitas unik tersebut. Pria yang suka mengoleksi mobil antik itu sangat terkesan dengan keramahan dan kekompakan dalam mengadakan setiap kegiatan sosial dan kegiatan tour keliling wisata yang digagas Perkumpulan PGAN Situbondo 1992.
Yang terbaru, aku Joko, ia menikmati indahnya wisata dan pemandangan Teramang Banyuwangi. Disana, kenang Joko, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas membangun destinasi wisata 1000 patung gandrung yang dipajang di tengah sawah dan selokan air. “Ini sangat luar biasa,” tandas Joko, yang kesehariannya menjadi pengajar di SMPN 1 Pujer Bondowoso itu. [sawawi]

Tags: