Darurat Bencana di di Kabupaten Probolinggo Diperpanjang

Dampak banjir ribuan rumah di kecamatan Dringu terendam lumpur.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kab Probolinggo, Bhirawa
Status darurat bencana di Kabupaten Probolinggo diperpanjang selama tujuh hari ke depan. Menyusul bencana banjir susulan yang terjadi Rabu (10/3) sore. Namun diharapkan tidak ada lagi banjir susulan di Kecamatan Dringu.

Plt Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo menjelaskan, saat ini Kabupaten Probolinggo masih darurat bencana. Menyusul bencana banjir yang terjadi di Dringu.

“Sebelumnya, Ibu Bupati menetapkan status siaga bencana untuk Kabupaten Probolinggo. Status siaga bencana ditetapkan mulai awal musim hujan tanggal 1 November 2020 hingga 9 April 2021 atau selama 106 hari,” katanya.

Lalu pada 28 Februari 2021, Bupati menetapkan status darurat bencana. Status itu ditetapkan setelah banjir pertama di Dringu yang merendam ribuan rumah warga.

Penetapan status darurat bencana dilakukan 15 hari, hingga 14 Maret (kemarin, Red). Namun kemudian terjadi banjir susulan sampai tiga kali. Bahkan, banjir susulan ketiga pada Rabu (10/3) dampaknya paling parah dibanding sebelumnya. Karena itu, Bupati Probolinggo P. Tantriana Sari lantas memperpanjang status darurat bencana selama 7 hari.

“Kami perpanjang status darurat bencana selama 7 hari ke depan, mengingat pertimbangan cuaca mendung dan hasil koordinasi dengan Kabid Darurat BPBD Provinsi Jatim,” terangnya.

Bantuan untuk korban banjir Dringu, Kabupaten Probolinggo terus mengalir. Baik itu bantuan bahan makanan hingga pakaian. Kondisi itu membuat bantuan pakaian layak pakai masih menumpuk di kantor Kecamatan Dringu.

Wabup Probolinggo Timbul Prihanjoko mengimbau masyarakat untuk tidak lagi memberikan bantuan pakaian layak pakai untuk warga korban banjir di Kecamatan Dringu. Sebab, saat ini bantuan tersebut masih menumpuk di posko bencana Kabupaten Probolinggo di kantor Kecamatan Dringu. Ia mengimbau masyarakat memberikan bantuan dalam bentuk lain.

Wabup Timbul mengapresiasi kepedulian masyarakat terhadap korban banjir Dringu yang luar biasa. Berbagai bantuan dari masyarakat berdatangan untuk disalurkan lewat posko bencana Kabupaten Probolinggo. Mulai sembako, peralatan bersih-bersih, hingga pakaian layak pakai. “Perhatian dan kepedulian warga luar biasa dan kami sangat mengapresiasi. Banyak bantuan yang masuk. Termasuk ribuan pakaian layak pakai,” katanya.

Pakaian itu saat ini menumpuk di posko bencana karena tidak bisa langsung disalurkan. Tim relawan, menurut Wabup, harus memilah lebih dulu bantuan pakaian yang masuk. Sehingga, pendistribusian bantuan pakaian akan lebih mudah. “Kami tidak melarang masyarakat memberikan bantuan. Tapi kami imbau bantuan untuk korban banjir bukan bentuk pakaian atau kain,” terangnya.

Wabup juga meminta agar semua bentuk bantuan disalurkan lewat posko di Kecamatan Dringu. Sehingga, bantuan bisa disalurkan merata dan tepat sasaran ke korban banjir di empat desa. “Bantuan yang kami terima di posko nantinya akan dikemas dan disalurkan pada semua korban banjir di empat desa. Total ada sekitar 1.955 KK yang menjadi korban,” ungkapnya.

Bencana banjir di Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, ikut menjadi perhatian pengusaha asal Probolinggo yang kini tinggal di Malang, Gilang Widya Pramana. Minggu siang (14/3) malam, pemilik J99 Corp itu berpartisipasi dengan menyerahkan bantuan paket sembako sebanyak satu kontainer. Gilang tidak datang sendirian. Dia ditemani istrinya, Shandy Purnamasari yang juga founder MS Glow Beauty dan keluarganya. Termasuk ayah Gilang, Drs. H.M Sidik Widjanarko, M.M., BKP.

Wabup Probolinggo H.A Timbul Prihanjoko didampingi Plt. Kalaksa BPBD dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo ikut menyambut Gilang dan rombongan yang datang. Mereka lantas terlibat pembicaraan gayeng.

Hari itu juga, secara simbolis bantuan 1.000 paket sembako diserahkan oleh Gilang pada Wabup Probolinggo. Di samping truk kontainer J99 Corp, bantuan paket sembako dan masker diserahkan langsung ke Posko Penanganan Bencana Banjir Kabupaten Probolinggo.

Selanjutnya, Gilang dan rombongan turun ke lokasi terdampak bencana banjir. Tidak hanya menyapa warga korban banjir, Gilang juga menghibur mereka. Bahkan, Gilang bersama istrinya, Shandy ikut membagikan paket sembako dan santunan berupa uang tunai pada korban banjir dari rumah ke rumah. Warga korban banjir yang tengah kerja bakti bersih-bersih material sisa banjir pun langsung menyambut gembira.

Gilang didampingi istrinya, Shandy mengatakan, pihaknya mempunyai tim dari J99 Foundation yang bergerak dalam bidang sosial. Salah satu kegiatannya di antaranya, membantu dan bermanfaat untuk banyak orang.

Termasuk ketika ada bencana, J99 Foundation pun memberikan bantuan. Ada tim reaksi cepat yang mendata apa saja yang dibutuhkan dan disiapkan untuk membantu korban bencana. “Untuk saat ini, kami bantu melalui Posko Kabupaten Probolinggo sebanyak seribu paket sembako. Tetapi jika diperlukan lain-lainnya, kami siap untuk membantu,” katanya pada Jawa Pos Radar Bromo kemarin.

Gilang mengatakan, bencana banjir yang melanda Dringu cukup parah. Dirinya pun merasa prihatin. Dia berharap besih-bersih rumah yang dilakukan para korban banjir bisa segera selesai. Sehingga, tiap rumah bisa kembali ditempati. “Semoga saja tidak terjadi banjir lagi. Banjir tanggal 10 kemarin semoga itu yang terakhir,” harapnya.

Wabup Probolinggo H.A Timbul Prihanjoko pun sangat apresiasi dan berterima kasih atas kepedulian Gilang Widya Pramana, owner J99 Corp memberikan bantuan untuk korban banjir Dringu. Walaupun tinggal di luar Probolinggo, tapi Gilang yang asal Probolinggo ini tetap ingat dan sangat peduli terhadap warga Kabupaten Probolinggo. “Bantuan paket sembako dari owner J99 Corp ini sangat membantu korban banjir. Bantuan itu sudah diterima kami di Posko Kabupaten Probolinggo dan akan kami salurkan pada korban banjir,” tambahnya.(Wap)

Tags: