Defisit APBD 2015 Rp80 M Gresik Ditutup SILPA

23-APBDGresik, Bhirawa.
Meski defisit  APBD 2015 sebesar Rp 80 M, namun tidak membuat Pemkab Gresik resah. Sebab, defisit itu akan ditutup melalui SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran) 2014.  ” Sebab,  defisit  itu bisa kami  tutup dengan SILPA  di APBD  tahun 2014, ” kata Sekretaris Timang (tim anggaran) Pemkab Gresik, Dr Hy Yetty Sri Suparyati MM, Selasa (2/12).
Ditegaskan  Yetty, SILPA  dari penggunaan APBD tahun 2014 sebesar hampir 2,3 triliun  kisarannya masih mencapai  diatas Rp 80 miliar. Karena itu, jika defisit  belanja pada APBD tahun 2015 sebesar Rp 80 miliar, maka defisit  itu sudah tertutupi  dengan SILPA di APBD 2014. ” Jadi, tidak ada  masalah  defisit, wong sudah tertutupi  dengan SILPA, ” tutur Yetty.
Yetty menjelaskan, SILPA  APBD 2014 sebesar 80 miliar lebih berasal dari beberapa sektor belanja kegiatan/progran  di SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah). Misalnya, SILPA dari sisa lelang kegiatan proyek di DPU (Dinas Pekerjaan Umum). Untuk sementara  SILPA belanja kegiatan fisik  berupa sisa lelang di DPU mencapai  Rp 10 miliar lebih.
Padahal, masih banyak  kegiatan  di DPU yang belum rampung  dan dimungkinkan masih banyak  sisa anggarannya. Untuk itu, sangat dimungkinkan SILPA di DPU akan terus meningkat. Kemudian, di Dinkes (Dinas Kesehatan), Dispendik (Dinas Pendidikan), Bagian Perlengkapan, Badan  LH (Lingkungan Hidup) dan SKPD lain yang menangani  proyek fisik juga masih terdapat SILPA yang nilainya rata-rata hampir tidak jauh berbeda  dengan DPU. ” Karena itu, kami sangat tidak khawatir  dengan defisit  tersebut, karena bisa ditutup dengan SILPA, ” terang Kepala DPPKAD (Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) ini.
Lebih jauh  Yetty mengatakan,  mengacu pedoman Kemenkeu  Nomor 34 tahun 2015, yang mengatur pedoman  defisit APBD 2015 disebutkan, bahwa  defisit  belanja  APBD tersebut  maksimal paling tinggi mencapai 3,25 persen. Sedangkan, defisit belanja  APBD Gresik tahun 2015 di bawah 3,25 persen, yakni 3,07 persen. ” Jadi defisit  belanja APBD 2015 masih dalam batas kewajaran. Sehingga, tidak perlu khawatir melanggar ketentuan,  ” jelas Yetty.
Sementara itu Yetty mewant-wanti  kepada semua  Kepala SKPD agar cepat-cepat menyerap anggaran  di APBD 2014 untuk belanja kegiatan/program  di SKPDnya. Sebab, batas penyerapan anggaran paling akhir dideadline hingga 15 Desember 2014. ” Jadi masih ada sisa waktu sekitar kurang  dari setengah bulan, ” katanya.
Untuk itu, tambah Yetty, DPPKAD  meminta agar kegiatan/program di masing-masing  SKPD yang belum  tuntas cepat dituntaskan. Sebab, anggaran dari APBD tahun 2014 efektif bisa digunakan hingga tanggal 15 Desember, atau 15 hari sebelum  akhir tahun 2014. Jika dalam kurun waktu itu anggaran tidak diserap, maka anggaran akan kembali ke Kasda (kas daerah) di Bank Jatim dan menjadi SILPA (Sisa Lebih Penggunaan Anggaran). ” Ya kalau tanggal 15 Desember 2014 anggaran tidak diserap, maka anggaran itu dianggap  hangus dan dikembalikan  ke Kasda menjadi SILPA, ” pungkasnya. [eri]

Tags: