Deklarasi Cinta Damai, Komitmen SMKN 2 Kota Kediri Jaga Kamtibmas

Kepala Sekolah SMKN 2 Kota Kediri Pimpin Pembacaan Deklarasi. [irvan cholis]

Kota Kediri, Bhirawa
Di tengah gelombang penolakan UU Omnibuslaw yang mengarah ketindakan kekerasan, pelajar SMKN 2 Kota Kediri berkomitmen dan bertekad untuk ikut serta membantu pemerintah dalam mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif.
Menurut Kepala SMKN 2, M Krisna Edy, para pelajar ini menggelar deklarasi damai dengan menggandeng Polres Kediri Kota (Polresta). Deklarasi diikuti sebanyak 2.022 siswa dan dilakukan secara virtual, namun hanya perwakilan 200 siswa yang tatap muka, dan sisanya secara virtual dilakukan dirumah masing – masing.
Krisna menjelaskan, deklarasi ini merupakan tindak lanjut dari pengarahan Gubernur Jatim Khofifah Indar parawansa dan hasil silaturahmi Kamtibmas di Pemkot Kediri beberapa waktu lalu, dengan deklarasi ini diharapkan pelajar bisa fokus pada Program Pembelajaran sekolah yang diprogramkan sekolah.
“Selanjutnya para siswa kami mampu dan siap mewujudkan visi misi sekolah yang berkarakter, berprestasi dan berdaya saing,” terangnya.
Setelah melakukan deklarasi, Krisna meminta, agar para siswa SMKN 2 Kota Kediri fokus pada tugas belajar yang diberikan guru pembimbing maupun wali kelas pada masa pandemi ini. Dan apa bila ada informasi yang tidak jelas, agar segera dikomunikasikan dengan guru, wali kelas, Kepsek agar tidak termakan berita hoax, yang memungkinkan mengarah pada tindakan tidak baik.
Beberapa point dalam deklarasi diantaranya, Para siswa bertekad dan komitmen menciptakan perdamaian sesuai nilai luhur Pancasila, Mengutuk dan menolak segala bentuk kegiatan yang disertai kekeringan. Bersatu pada mewujudkan situasi Kamtibmas yang kondusif dan mewujudkan visi misi sekolah.
Sebelumnya Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar bersama Forkompinda mengelar deklarasi cinta damai. Wali Kota mengungkapkan, langkah ini diambil untuk mencegah terjadinya hal – hal yang membahayakan masyarakat. Forkopimda Kota Kediri tidak melarang adanya penyampaian pendapat namun harus dengan cara yang tepat.
“Forkopimda Kota Kediri mengadakan deklarasi damai karena kami melihat pada saat demo kemarin nuwun sewu mulai kasar, anarkis, dan melempar batu. Jadi saya memanggil semua unsur yang ada di seluruh Kota Kediri untuk menjelaskan bahwa boleh menyampaikan pendapat tapi dengan cara yang tepat. Tidak dengan cara anarkis, tidak sampai hal-hal kurang baik dan hoaks,” kata Walikota.
Dan langkah Forkompinda ini langsung ditindaklanjuti SMKN 2 Kota Kediri dengan menjadi sekolah pertama melakukan deklarasi, menyusul maraknya pelajar ikut melakukan aksi unjuk penolakan UU Omnibuslaw. [van]

Tags: