Deklarasi Gotong Royong PPKM Darurat Atasi Ancaman Pandemi Covid-19

Menaker Ida Fauziyah

Jakarta, Bhirawa.
Menko Kemaritiman dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Panjaitan menyatakan; Menghadapi PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) Darurat ini, pemerintah tidak bisa menyelesaikan sendiri persoalan nya. Harus ada kerjasama dengan para pengusaha maupun pekerja. 

“Kita harus bahu membahu untuk mengatasi pandemi Covid-19 ini. Saya percaya, kalau kita lakukan hal ini dengan kompak, dengan sungguh sungguh dan kita tidak terlalu takut. Maka kita akan bisa atasi,” tegas Menko Luhut Binsar Panjaitan yang juga Koordinator PPKM Darurat dalam sambutan lewat virtual. Pada acara Deklarasi Gotong Royong menghadapi PPKM Darurat di ruang Tridharma Kemnaker, Rabu (14/ 7). 

Deklarasi Gotong Royong ini ditandai dengan pembacaan bersama deklarasi dan dilanjutkan penandatanganan deklarasi oleh Menaker Ida Fauziyah (pemerintah), Hariyadi Sukamdani (unsur pengusaha), Arsjad Rasjid (unsur Industri), Ketua KSPSI Yorrys Raweyai, Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea, Presiden KSPI BUMN Ahmad Irfan Nasution, Presiden K-Sarbumusi Syaiful Bahri Anshori (pekerja/buruh).

Menko Luhut lebih jauh, menegaskan; Sikap pemerintah untuk bergotong royong menjalan kan PPKM Darurat dalam mengatasi andemi Covid-19. Terutama dibutuhkan kepatuhan dalam menjalankan kerjasama dengan para pengusaha dan pekerja/buruh. 

“Kunci utama bukan obat, bukan pula vaksin. Tetapi mentaati protokol kesehatan dan kita harus paralel seiring sejalan untuk bisa mengontrol kedepan mengenai Covid-19 ini,” tambah Luhut. 

Hal senada dikatakan oleh Menaker Ida Fauziyah. Menurutnya, kunci utama menghadapi situasi pandemi Covid-19 adalah; Harus memiliki percaya diri yang tinggi dan selalu optimis. Kreativitas dan inovasi, harus terus dilakukan untuk dapat bangkit dari ke terpuruk. 

“Yang paling penting lagi adalah, semua upaya ini tidak bisa dijalankan secara parsial. Namun harus dilakukan secara serentak bersama-sama, dengan melibatkan pengusaha dan pekerja. Sebagai tanggungjawab dan persoalan bersama,” tegas Menaker. 

Disebutkan, selain tantangan kondisi pandemi Covid-19, tantangan disrupsi yang di hadapi masyarakat pekerja/buruh di seluruh dunia. Menaker juga menilai, masyarakat ter marjinal, pekerjaburuh berpendidikan dan ketrampilan rendah, menjadi golongan paling terdampak akibat pandemi Covid-19. 

“Deklarasi ini merupakan bentuk komitmen brsama, sekaligus kolaborasi antara pemrintah, pengusaha dan pekerja/buruh. Agar dapat mengatasi tantangan Ketenagakerjaan yng dilandasi semangat saling peduli, optimis dan bersama-sama bangkit dari dampak pandemi,” tambah Ida Fauziyah. 

Dikatakan, deklarasi ini, dilakukan demi para pejuang kesehatan yang gugur. Juga demi para tenaga kesehatan yang trus berjuang habis-habisan demi rakyat IIndonesia. Yang sampai hari ini masih terbarig sakit, dan demi para ibu yang mencemaskan anak-anak nya.

“Mudah-mudahan deklarasi Gotong Royong ini dapat me-menangkan Indonesia. Kita belum kalah, kita tidak boleh kalah. Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh,” seru Menaker membangkitkan semangat. [ira]

Tags: