Delapan Pasien DBD Dirawat di RSUD Kabupaten Jombang

Pasien DBD anak-anak tengah dirawat di Paviliun Seruni, RSUD Jombang, Selasa (21/01/2020). [arif yulianto/ bhirawa]

Jombang, Bhirawa
Sejumlah delapan pasien Demam Berdarah Dengue (DBD) dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jombang, Selasa (21/01/2020). Kedelapan pasien ini terdiri satu pasien dewasa dan tujuh pasien anak-anak. Direktur RSUD Jombang, Pudji Umbaran mengatakan, pada awal musim penghujan, kunjungan pasien DBD di RSUD Jombang relatif ada peningkatan meskipun jumlahnya tidak terjadi lonjakan yang signifikan.
“Dari rata-rata pasien yang kita rawat di bulan-bulan sebelumnya, kurang lebih satu dua tiga pasien. Sekarang ini kita rawat lebih dari itu, hari ini kita merawat ada delapan pasien DBD, satu orang pasien dewasa, yang alhamdulillah sudah membaik, Insya Alloh siang ini boleh pulang. Kemudian tujuh orang pasien anak-anak,” papar Pudji Umbaran.
Pudji Umbaran menerangkan, di antara tujuh pasien anak-anak ini, satu di antaranya dirawat di Ruang PICU (Pediatric Intensive Care Unit), tiga dirawat di ruang biasa, kemudian tiga pasien lagi dirawat di Ruang HCU (High Care Unit) karena butuh pengawasan ketat.
Pudji Umbaran menambahkan, karena pada musim penghujan ini banyak genangan-genangan air yang mungkin terlupakan oleh masyarakat untuk tidak dibersihkan, seperti botol-botol bekas, gelas-gelas yang terisi air hujan, ataupun pelepah-pelepah pisang dan sebagainya, yang kemudian benda-benda tersebut akhirnya menjadi sarang nyamuk dan karena ada kasus DBD disekitarnya, sehingga masyarakat akan tertular.
“Harapan kita, masyarakat menyadari ini supaya rantai penularan bisa kita putus, tetap melalui 3M Plus, Menutup, Menguras, Mengubur, serta Plusnya adalah bisa mengunakan ikan pemakan jentik ataupun mengoles anak-anak yang bepergian sekolah, ataupun ngaji, ataupun bemain dengan anti nyamuk,” paparnya lagi.
Bagi pasien DBD di RSUD Jombang lanjut Pudji Umbaran memang bisa datang sendiri ataupun atas rujukan dari Faskes pertama, baik dari dokter praktek mandiri maupun dari Puskesmas.
“Dan alhamdulillah atas kesigapan teman-teman di lapangan sehingga rujukan relatif aman. Sehingga kami bisa merawat lebih baik lagi,” tandas Pudji Umbaran.
Meski begitu, Pudji Umbaran menyampaikan, satu orang pasien DBD yang dirawat di Ruang PICU, kondisinya memang agak berat, namun tetap masih dilayani oleh RSUD Jonbang dengan baik.
“Mudah-mudahan terselamatkan. Yang di HCU tetap ada pengawasan karena pasien baru datang dengan level yang menengah, jadi itu harus kita awasi dengan ketat, agar cairan di tubunya atas dampak DBD ini bisa kita kendalikan dan tidak terjadi komplikasi yang tidak kita inginkan bersama,” imbuh Direktur RSUD Jombang.
Masih menurut Pudji Umbaran, jika dibandingkan dengan tahun lalu di bulan yang sama, angka kunjungan pasien DBD di RSUD Jombang tahun ini mengalami penurunan. Hal ini disebutnya juga atas kesigapan masyarakat tentang bagaimana menjaga kebersihan, kemudian memutus rantai dengan 3M dan sebagainya.
“Ini harus tetap kita pacu terus agar masyarakat tetap melakukan PSN (Pemberantasan Sarang Nyamuk) dengan mandiri, dengan kesadaran, supaya tidak mengandalkan fogging,” kata dia menandaskan.
Sementara itu, berdasarkan pantauan di Paviliun Seruni, RSUD setempat, beberapa pasien DBD anak-anak tengah dirawat intensif. Nisawatul (34) warga Desa Badas, Sumobito, Jombang, seorang orang tua pasien DBD di ruangan tersebut menuturkan, anaknya mengalami panas sejak Rabu (15/01/2020) kemarin.
“Ke dokter, masih panas terus dibawa ke Puskesmas, akhirnya di rujuk ke sini,” tutur Nisawatul.
Dituturkannya lagi, sebelum di bawah ke RSUD Jombang. kondisi anaknnya sempat mengalami penurunan pada trombositnya. Pada Rabu (15/01/2020) anaknya dibawa berobat ke dokter, kemudian pada Minggu (19/01/2020) masuk ke Puskesmas. Di Puskesmas kemudian anaknya dilakukan pemeriksaaan di laboratorium dan hasilnya positif DBD.
“Sekarang kondinya sudah agak membaik,” pungkasnya.(rif)

Tags: