Demo Buruh Tuntut Cabut UU Cipta Kerja

Jakarta, Bhirawa.
Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) akan gelar demo secara besar-besaran, hari Senin 2 Mei 2020. Demo menolak UU Cipta Kerja itu akan dipusatkan di Istana Negara dan Mahkamah Konstitusi (MK). Puluhan ribu buruh yang akan berdemo tersebut, tergabung dalam 32 konfederasi dan federasi. Seperti KSPI, KSPI AGN dan Tekanan akan melakukan aksi serentak di 24 Provinsi.

“Tuntutan yang akan disiarkan adalah pembatalan Omnibus Law UU Cipta Kerja. Juga menuntut agar Upah Minimum tahun 2021 yakni UMP, UMK, UMSP dan UMSK, tetap naik,” papar Presiden KSPI Said Iqbal, Minggu (1/11).

Kata Said Iqbal, saat demo itu juga akan diserahkan gugatan uji materi dan uji formil Omnibus Law UU Cipta Kerja Ke MK oleh KSPI, AGN dan KSPSI. Namun bilamana nomor UU Cipta Kerja belum ada pada saat penyerahan berkas gugatan. Maka yang akan dilakukan hanya bersifat konsultasi ke MK.

“Meskipun nomor UU Cipta Kerja belum keluar, lanjut Iqbal, aksi 2 November di Istana dan MK, tetap akan dilakukan,” tandas Iqbal.

Disebutkan, aksi KSPI dan 32 federasi lainnya, adalah non violance. Yakni anti kekerasan, terukur, terarah dan konstitusional. Aksi ini dilakukan secara damai, tertib dan menghindari anarkis.

Selain 2 November, aksi akan dilanjutkan pada 9 November 2020 di DPR RI.Untuk menuntut dilakukannya legislatif review. Berlanjut tanggal 10 November 2020 di kantor Kemnaker untuk menuntut Upah Minimum 2021, harus tetap naik.

“Aksi tanggal 9 dan 10 November, juga membawa 2 agenda tersebut diatas, dan dilakukan serentak di 24 Provinsi,” jelas Iqbal.

Buruh yang akan mengikuti aksi berasal dari berbagai kota. Jakarta, Depok, Bogor, Cirebon, Semarang, Jogya, Surabaya, Mojokerto, Gresik, Pasuruan, Medan, Banda Aceh, Deli Serdang, Pekanbaru, Batam, Bengkulu, Lampung, Bitung, Kendari, Gorontalo, Morowali, Banjarmasin, Samarinda, Lombok, Ambon, Papua dll. [ira]

Tags: