Dengan E Kinerja, ASN Kota Kediri Bakal Wajib Laporan Kinerja

Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkot Kediri, Apip Permana.

Kota Kediri, Bhirawa
Tahun depan Pemkot Kediri mulai memberlakukan aplikasi evaluasi kinerja (E-Kinerja) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) dilingkungannya. Aplikasi tersebut tak lain untuk membuat penilaian ASN lebih objektif, akuntabel, terukur dan disiplin.
Kepala Bagian Humas dan Protokoler Pemkot Kediri, Apip Permana mengatakan, untuk saat ini penggunaan aplikasi E-Kinerja masih dalam tahap uji coba. Seluruh ASN Pemkot Kediri diminta untuk berlatih menggunakan aplikasi tersebut agar tahun depan semakin siap.
“Jadi nanti tidak ada lagi istilah kerja atau tidak sama saja. Jadi dengan aplikasi ini nanti akan dijadikan alat ukurnya, sehingga ASN yang rajin akan mendapat Tambahan Perbaikan Penghasilan (TPP) sesuai kinerjanya,” ujar Apip diruangan kerjanya, Senin (11/11).
Menurut Apip, uji coba aplikasi ini sudah dilakukan sejak bulan Oktober kemarin. Lewat aplikasi ini maka setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) akan memberikan laporan kinerja ASN setiap hari.
“Laporan ini menentukan hasil setiap ASN. Jadi penilaiannya mulai dari staf melaporkan kinerjanya ke Kasubag dan Kasubag melaporkan kinerjanya ke Kabag dan seterusnya. Sehingga lebih terukur dan langsung terpantau apa yang dikerjakan setiap hari,” katanya.
Dengan aplikasi ini, lanjut Apip, penilaian kinerja ASN akan akurat karena langsung menyangkut kinerja individu ASN. Terlebih rencananya Pemkot Kediri juga akan nenaikan tunjangan ASN. Saat ini Pemkot Kediri masih membahas kenaikan tersebut. Diharapkan tunjangan itu bisa menerapkan reward secara adil pada ASN yang kinerjanya baik.
“Kehadiran yang bagus tidak bisa tunjangannya disamakan dengan mereka yang jarang hadir, yang rajin tidak boleh disamakan dengan yang kerjanya biasa saja,” katanya.
Diketahui, aplikasi E-Kinerja ini didasarkan pada perhitungan evaluasi kinerja setiap pegawai dalam setiap hari. Aplikasi itu mencatat dan mengkalkulasi pegawai secara digital. Setiap ASN diminta mengisi form hal-hal yang telah dikerjakan dalam satu hari untuk dikalkulasi selama satu bulan untuk kemudian ditukar kompensasi. Sistem ini akan diterapkan di lingkungan Pemkot Kediri mulai Januari 2020. [Van]

Tags: