Densus 88 Tangkap Seorang Terduga Terorisme Warga Kabupaten Malang

Rumah terduga teroris Perumahan Mondoroko, Desa Banjararum. Kec Singosari, Kab Malang. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Seorang warga Perumahan Mondoroko, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, yang bernama Alfa Yusup Retyoadhi (AYR), pada Jumat (26/2), telah ditangkap Tim Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Jawa Timur (Jatim), Bidang Intel Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polda  Jatim. Sedangkan AYR ditangkap Densus 88 tersebut, karena terduga sebagai anggota teroris. Dan kini yang bersangkutan sudah diamankan ke Kantor Polda Jatim, guna untuk dilakukan pemeriksaan dan penyelidikan.

Ketua Rukun Tetangga (RT) Perumahan Mondoroko, Desa Banjararum, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang Heran Subagio, Minggu (28/2), kepada wartawan membenarkan, jika warganya bernama Alfa, pada Jumat (26/2), telah ditangkap Anggota Densus 88. “Namun, saat penangkapan saya tidak berada di rumah, karena kerja, sehingga dirinya tidak mengetahui proses penangkapanya,” ujarnya.

Tapi, dia katakan, dirinya mengetahui ada warganya yang ditangkap Densus 88 mendadapatkan informasi dari warga lain. Dan dari informasi tersbut, warga saya ini telah diamankan, yang informasinya kini berada di Mapolda Jatim. Sedangkan warga saya yang terduga teroris itu juga mantan Ketua RT, dan kini Pak Alfan masih menjadi pengurus RT.

“Saya sangat terkejut dengan penangkapan warga saya ini, karena kesehariannya baik-baik saja, dan aktif dalam kepengurusan RT, sehingga tidak ada yang perlu dicurigai. Sedangkan dirinya memasukan dalam kepengurusan RT, karena memang sebeliumnya dia pernah mejadi Ketua RT,” ungkap Heran.

Dijelaskan, terkait kesehariannya, Alfan ini dinilai tidak eksklusif. Sehingga  membuat semua pihak tidak menyangka akan peristiwa penangkapan itu. Sedangkan dari sisi keluarganya juga baik-baik saja, bahkan istrinya pun juga baik dengan warga lainnya. Dan istrinya itu juga guru bimbingan belajar (bimbel), serta jualan makanan dengan cara online juga.

“Pak Alfan itu sudah lama tinggal dilingkungannya, dan rumah yang ditempatinya dengan keluarganya bukan rumah disewa, tapi merupakan rumahnya sendiri, yang kira-kira sejak tahun 2002, dia menempatinya,” terang dia.

Hal yang sama juga dikatakan, salah satu tetangga terduga teroris AYR, yang namanya minta diinisialkan yakni ABR mengaku kaget atas penangkapan Pak Alfan. Karena selama dia tinggal di Perumahan Mondoroko ini, tidak ada gelagat yang mencurigakan. Dan selama ini, rumahnya dijadikan tempat les privat siswa sekolah, karena istrinya sebagai guru les pelajar sekolah. Sedangkan dia juga aktif salat berjamaah di masjid.

“Selama ini, Alfan itu sebagai pribadi yang baik, sehingga warga perumahan juga tidak memiliki kecurigaan. Dan rumah tangganya baik-baik saja, dia saat ini memiliki empat orang anak. Sehingga kami tidak menyangka, jika tetangganya ini terduga teroris,” pungkas ABR. [cyn]

Tags: