Desa Dilibatkan Merehabilitasi Pecandu Narkoba di Sidoarjo

AKBP Toni Sugiyanto. [alikus/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Tidak semua pecandu Narkoba di Kabupaten Sidoarjo, nantinya akan direhabilitasi oleh pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo. Pada tahun 2021 ini, ada konsep IBM atau intervensi Berbasis Masyarakat yang akan dijalankan oleh BNNK Sidoarjo.

Konsep IBM, menurut Kepala BNNK Sidoarjo, AKBP Toni Sugiyanto, dalam merehabilitasi pecandu Narkoba juga membutuhkan peranan dan kepedulian dari semua pihak secara sinergis.

“Salah satunya dari pihak desa,” komentar Toni, Senin (25/1) kemarin.

Desa yang akan digandeng dalam konsep IBM ini, menurut Toni, salah satunya adalah desa yang punya kepedulian terkait pencegahan pemberantasan dan peredaran gelap Narkoba atau P4GN.

Untuk sementara ini, BNNK Sidoarjo, kata Toni, masih melakukan koordinasi dengan Desa Damarsih Kec Buduran, yang akan dilibatkan dalam konsep IBM tersebut. Pimpinan desa tersebut dianggap welcome dengan konsep IBM.

“Jadwal kita pada Bulan Pebruari akan dilakukan kesepakatan dan pada Bulan Maret pelaksanaan IBM sudah harus jalan di desa itu,” kata Toni, dibenarkan Kasi Rehabilitasi BNNK Sidoarjo, Ahmad Muklis.

Semua warga desa yang merasa welcome, akan diberdayakan sebagai agen perubahan dalam pencegahan Narkoba di desa itu. Bisa dari tokoh agama, tokoh masyarakat, ibu rumah tangga, atau anak muda dalam karang taruna. Semua kegiatan Bimtek, akan ditanggung oleh BNNK.

Ketika ada proses rehabilitasi, desa masih harus koordinasi dengan BNNK. Minta saran, rehabilitasi jenis apa yang akan dilakukan. Apa ringan, sedang atau berat.

“Kalau cuma ringan, cukup di desa saja. Tapi kalau sudah rehabilitasi kategori sedang atau berat, harus ke fasilitas kesehatan atau RS yang sudah bermitra dengan kami,” kata mantan Kabid Rehabilitasi BNN Provinsi Jatim itu.

Toni berharap pada tahun-tahun selanjutnya, konsep ini bisa dikembangkan pada desa-desa lain yang ada di Kab Sidoarjo.

Wilayah Sidoarjo rawan dimasuki Narkoba, sebab wilayah ini terdapat bandara udara Juanda dan terminal antar kota Purabaya.

Perkara Narkoba, termasuk perkara yang banyak ditangani para aparat hukum di Kabupaten Sidoarjo. Data yang didapat dari PN Sidoarjo, pada tahun 2019 lalu, dari 1.123 perkara yang disidangkan, perkara Narkoba termasuk urutan ke-1, yakni ada 537 perkara.

Sementara itu, data yang diperoleh dari Sidoarjo dalam angka tahun 2019, pengguna Narkoba pada usia pelajar juga cukup tinggi. Yaitu usia 15 – 19 tahun. [kus]

Tags: