MUI Desak Walikota Tutup Hiburan Malam

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Kota Probolinggo, Bhirawa.
Terpilihnya Wakil Rais Syuriyah PCNU Kota Probolinggo KH Nizar Irsyad sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Probolinggo masa khidmat 2015-2020, punya banyak masalah yang harus diselesaikan, khususnya masalah hiburan malam yang sudah sangat meresahkan warga kota, untuk itulah pihaknya akan mendesak walikota Hj. Rukmini untuk segera menutup hiburan malam tersebut.
Menurut Direktur Aswaja NU Center Kota Probolinggo ini terpilih dalam Musyawarah Daerah (Musda) II DPD MUI Kota Probolinggo, Senin 14/12, sebagai orang nomor satu di MUI untuk wilaah kota Probolinggo, banyak tantangan yang harus dihadapi kedepan.
Kiai Nizar yang merupakan utusan PCNU Kota Probolinggo ini meraih 6 suara dari total 10 suara mengalahkan calon petahana Kiai Masruchin Ahmad yang hanya meraih 3 suara. Sementara 1 suara diraih oleh Ustadz Nurhasan yang juga Ketua Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kota Probolinggo, menegaskan permasalahn yang cukup pelik yang terjadi di kota Probolinggo tersebut harus segera ditangani dan dituntaskan.
Setelah terpilih Kiai Nizar Irysad yang merupakan kiai muda ini menyampaikan bahwa MUI Kota Probolinggo memiliki tantangan sangat berat. Terutama masalah keumatan yang meliputi maraknya miras, narkoba, hiburan malam, dan tempat kemaksiatan lainnya di Kota Probolinggo.
“Terutama tempat hiburan malam MUI akan mendesak secara tegas agar Pemkot Probolinggo menutup tempat-tempat maksiat itu. Sebelum itu MUI tidak ikut merespon bahkan terkesan mendukung adanya tempat hiburan malam itu. Karena itu pemkot setempat ke depan diharapkan lebih peka terhadap masalah-masalah keumatan,” katanya.
Sementara KH Abddusshomad Buchori mengungkapkan, MUI adalah mitra kerja strategis pemerintah. Tetapi dalam merespon masalah keumatan MUI tidak boleh tunduk pada kemungkaran dan kemudlaratan.
“Pemkot Probolinggo harus memberikan dukungan anggaran yang cukup kepada MUI sebagai mitra kerja pemerintah. Di mana pemerintah harus memerhatikan saran dan masukan MUI sebagai poin penting dalam pembangunan terutama terkait masalah moralitas umat,” ungkapnya.
Ketua panitia musyawarah KH Ahmad Hudri mengharapkan kepengurusan MUI yang baru bisa membawa aspirasi masyarakat terutama terkait dengan maraknya tempat-tempat hiburan malam yang sangat meresahkan masyarakat Kota Probolinggo.
“Mudah-mudahan pengurus yang baru bisa mendesak Pemkot Probolinggo agar bisa menutup tempat hiburan malam yang sangat merusak moral para generasi muda yang ada di Kota Probolinggo,” tambahnya.(Wap)

Tags: