Dewan Desak Pemprov Seriusi Pembangunan Infrastruktur

08d6c-128052012DPRD Jatim, Bhirawa
Pemprov Jatim didesak lebih serius menangani infrastruktur untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Sejumlah proyek infrastruktur yang masih dalam proses pengerjaan perlu dipercepat penyelesaiannya.
Desakan penanganan infrastruktur dengan lebih serius ini disampaikan DPRD Jatim , agar target pertumbuhan ekonomi sebesar 8 persen  pada 2019 bisa terwujud.     “Gubernur Jatim lewat draf RPJMD (Rencana Program Jangka Menengah Daerah) menargetkan pertumbuhan sebesar 8 persen. Kami di DPRD tentu menyambut baik itikat eksekutif ini. Karena itu, segala piranti pendukung harus disiapkan mulai saat ini,”tegas Ketua Pansus RPJMD ,Agus Dono Wibawanto Selasa (4/3).
Menurut Agus,setidaknya  ada lima proyek penting di wilayah Jawa Timur yang bisa mendukung pertumbuhan ekonomi. Di antaranya pengerjaan tol Surabaya-Mojokerto (Sumo), akses jalan Gempol-Pandaan,Pandaan-Malang,Gempol-Pasuruan, serta Pasuruan-Probolinggo.
Di luar itu juga ada proyek Pelabuhan Teluk Lamong serta Jalan Lingkar selatan (JLS) yang juga masih dalam proses pengerjaan
Proyek-proyek tersebut lanjut Agus memang bukan menjadi wewenang Provinsi sendiri. Tetapi juga pemerintah pusat. Namun, bukan berarti pemerintah provinsi berpangku tangan, menunggu pengerjaan proyek tersebut selesai.
“Pemprov Jatim harus aktif berkoordinasi dan mendorongnya untuk cepat selesai. Sebab Jawa Timur berkepentingan untuk itu,”tegasnya.
Lebih jauh, Agus juga berharap agar Pemprov Jatim menyusun langkah dan kebijakan strategis dalam mendorong pertumbuhan ekonomi tersebut.Misalnya dengan mendekatkan kawasan indusri pada jalur transportasi seperti pelabuhan dan akses tol.
“Bila perlu bikin zona industri secara khusus, tentu yang berdekatan dengan akses transportasi. Dengan begitu, mobilisasi barang, baik ekspor maupun impor bisa berjalan lancar. Tak perlu menganggu jalur darat yang cenderung macet,”tegas dosen Sosiologi dan Hukum
Universitas Wijaya Kusuma (UWK) Surabaya ini.
Agus mencontohkan, posisi Surabaya Industri Estate Rungkut (SIER) yang berada di tengah Kota Surabaya sudah tidak efektif lagi sebagai sentra industri. Akan lebih bagus jika pusat industri tersebut dipindah ke lokasi yang lebih strategis, seperti Manyar. Ini karena
posisinya berdekatan dengan akses tol serta pelabuhan Teluk Lamong.
Politisi Partai Demokrat ini menjelaskan, ekspor antar pulau di Jawa Timur saat ini sudah cukup membanggakan, yakni sebesar 67 persen. Kondisi inilah kata Agus yang harus terus dijaga dan ditingkatkan. Salah satunya dengan menyiapkan infrastruktur yang memadai.
Gubernur Jawa Timur Soekarwo sebelumnya menyatakan optimistis sejumlah proyek infrastruktur tersebut akan selesai pada 2015 nanti, khususnya untul JLS dan tol Sumo.
Soekarwo menyatakan, problem pembebasan lahan untuk dua akses tersebut mulai bisa diselesaikan. Untuk tol Sumo misalnya, sudah ada appraisal baru untuk menaksir harga tanah milik warga.
Terpisah,Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Jawa Timur Fattah Jasin menargetkan, tahun 2015 mendatang Jawa  Timur dapat menguasai 50 persen pasar dalam negeri. Harapannya, pemegang kendali ekonomi bisa ditentukan Jawa Timur dan Indonesia tidak akan dikuasai pasar
internasional.
“Pada 2013 lalu, Industri di Jawa Timur sudah menguasai sekitar 31 persen pasar dalam negeri. Itu menunjukkan banyak industri di Jawa Timur yang sudah berkembang,”katanya.
Guna mewujudkan realisasi pengusaan 50 persen pasar dalam negeri, salah satu yang perlu dilakukan adalah pengelolaan industri yang lebih baik. Khususnya sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) yang termasuk penyumbang perekonomian di Jawa Timur.
Fattah menjelaskan, selama ini para pelaku UMKM masih terkendala dengan pembiayaan. Pasalnya, pihak penyandang dana seperti perbankan masih ada yang tidak percaya terhadap pelaku UMKM saat pinjam modal.
Menyikapi hal itu, Pemprov Jatim pun siap menggelontorkan bantuan kepada industri kecil agar semakin kuat dan kokoh secara ekonomi.    “Tahun 2014 ini lewat APBD, akan dibantu sebanyak 4.000 paket senilai Rp25 juta dan segera kami kucurkan pada para pelaku
UMKM,”jelas Fattah.
Selain itu, juga akan dilakukan standardisasi produk. Harapannya,kualitas produk dari industri di Jawa Timur semakin baik  [cty]

Tags: