Dewan Harap Kenaikan UMK Jombang 2024 Legakan Semua Pihak

Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, Selasa (05/12). [arif yulianto/bhirawa]

Jombang, Bhirawa.
Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Jombang, M. Syarif Hidayatullah atau Gus Sentot berharap, kenaikan Upah Minimum Kabupaten (UMK) Jombang sebesar 3, 2 persen dari UMK Jombang tahun 2023 dapat melegakan semua pihak, baik pihak pekerja atau buruh maupun pihak pengusaha di Kabupaten Jombang.

“Saya berharap kenaikan UMK (Jombang) itu bisa melegahkan semua pihak. Karena saya yakin sudah difikirkan semuanya. Terutama masalah iklim perekonomian kita juga, pengaruhnya kan banyak itu,” kata Gus Sentot, Selasa (05/12).

“Satu sisi kita memikirkan tentang kesejahteraan karyawan (buruh), tapi satu sisi bagaimana pabrik-pabrik yang ada di Jombang itu bisa ‘survive’,” ujar Gus Sentot.

Gus Sentot melanjutkan, jikapun ada ketidakpuasan dari pihak-pihak tertentu pasca penetapan UMK Jombang tahun 2024, bisa disampaikan dengan cara-cara yang santun, sehingga kondusifitas Kabupaten Jombang tetap terjaga.

“Harapan saya kenaikan UMK ini tidak menimbulkan gejolak. Artinya satu sisi sebagai pekerja, merasa cukuplah. Tapi satu sisi sebagai perusahaan, bagaimana perusahaan bisa tetap ‘survive’ dengan kenaikan UMK ini,” tandas Gus Sentot.

Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) Kabupaten Jombang, Joko Herwanto menuturkan, ke depan dia berharap pelaku-pelaku usaha dan para pekerja di Kabupaten Jombang tetap bisa bersinergi dengan baik.

“Setidaknya bisa bertahan di tengah kondisi ekonomi global yang tidak sedang baik-baik saja. Resesi ekonomi selalu mengancam di depan kita,” tutur Joko Herwanto.

“Dengan kesepahaman, dengan sinergitas para pekerja dan pelaku usaha, saya rasa ini menjadi modal yang baik untuk bagaimana dunia usaha khususnya di Kabupaten jombang setidak-tidaknya bertahan, syukur-syukur tetap tumbuh dan berkembang,” beber Joko Herwanto.

Menurut Joko Herwanto, secara umum, pihak pengusaha di Kabupaten Jombang dapat memahami terkait kenaikan UMK 2024 sebesar 3, 2 persen tersebut.

Di lain pihak, Ketua Sarbumusi Jombang mengatakan, meski senang karena ada kenaikan UMK, namun kenaikan tersebut tidak seperti yang diharapkan oleh para buruh.

“Sebenarnya kalau senang sih senang karena ada kenaikan. Meskipun tidak besar, jauh dari harapan buruh. Tapi pada prinsipnya sumber masalah kembali pada Peraturan Pemerintah (PP) 51 Tahun 2023,” kata Luthfi Mulyono.

“Jadi konsen kita sebenarnya di penetapan UMK ini, bagaimana memperjuangkan supaya PP 51 (Tahun 2023) itu dicabut,” ujar Luthfi Mulyono.

Disinggung lebih lanjut berapa angka kenaikan UMK Jombang 2024 yang ideal menurut Sarbumusi Jombang, Luthfi Mulyono mengatakan, seharusnya kenaikan UMK tersebut prosentasenya sama dengan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) Jawa Timur (Jatim) tahun 2024 yang naik 6 persen lebih.

“Sebenarnya idealnya sih kenaikan UMK Jombang 2024 mengikuti kenaikan UMP Jatim sebesar 6,13 persen. Minimal seperti itu,” ungkap Luthfi Mulyono. [rif.dre]

Tags: