Dewan Imbau Dindik Kab Blitar Tegas Awasi Siswa

6-foto B htn-Ahmad TamimKab Blitar, Bhirawa
Adanya kasus pelecehan seksual yang menimpa siswa SD di Kecamatan Wonodadi Kabupaten Blitar, DPRD Kabupaten Blitar ikut prihatin dan meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar tegas dalam melaksanakan mekanisme pendidikan dikalangan sekolah Dasar utamanya.
Seperti diketahui Siswa SD kelas 3 NV (11) asal Kecamatan Wonodadi melakukan pelecehan seksual pada adik kelasnya AN (8) warga Desa Kebonagung Kecamatan Wonodadi. Akibat perbuatan itu korban harus mendaptkan perawatan secara intensif di RSUD Ngudi Waluyo Wiligi, sementara pelaku yang di hadapan petugas mengaku melakukan perbuatannya karena terinspirasi menonton video porno sebulan yang lalu saat ini menjalani pemeriksaan di Polresta Blitar. “Kejadian ini menimbulkan ke prihatinan dari kalangan DPRD Kabupaten Blitar,” kata Ketua Komisi IV DPRD Kabupatan Blitar, H Ahmad Tamim.
Bahkan pihaknya sangat menyayangkan perilaku pelecehan seksual ini sudah dilakukan oleh siswa SD. Sehingga pihaknya meminta pada Pemerintah Kabupaten Blitar, Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar pihak sekolah dan juga orang tua untuk meningkatkan pengawasan pada putra putrinya.
Ketika siswa di sekolah menjadi tanggung jawab pengajar untuk melakukan pengawasan, setelah itu tugas orang tua untuk mengawasi ketika di luar sekolah. “Selain itu orang tua juga harus memastikan pergaulan maupun tontonan yang di konsumsi putra putrinya tidak mengandung pornografi yang bisa menginpirasi mereka,” ujarnya.
Kasi Perlindungan dan Perempuan Anak KPPA Kabupaten Blitar, Iin mengatakan akan melakukan upaya mediasi dalam kasus yang sudah ditangai oleh Polres Blitar Kota, di mana akan memberikan pendampingan dari segi hukum, karena pelaku dan korban ini masih anak-anak. “KPPA juga akan menyedian Psikolog untuk pemulihkan mental mereka. Agar tidak terjadi trauma pada korban, sedangkan pada pelaku sendiri tidak melakukan perbuatan yang sama,” kata Iin.
Sementara berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun, perbuatan cabul tersebut terungkap saat ibu korban, IH (28) berniat mengambil beasiswa. Namun di sekolah dia tidak menemukan anaknya. Sehingga mencari anaknya di sekitar rumahnya. Ternyata anaknya sedang bersama pelaku dalam keadaan telanjang dan melakukan perbuatan asusila. Seketika itu juga IH langsung melaporkan kejadian tersebut ke pihak berwajib. [htn]

Keterangan Foto : H Ahmad Tamim [hartono/bhirawa]

Tags: