Dewan Pengupahan Sumenep Belum Bahas Usulan Besaran UMK 2021

Sumenep, Bhirawa
Dewan Pengupahan Kabupaten Sumenep belum membahas besaran Upah Minimum Kabupaten (UMK) tahun 2021. Sampai saat ini belum ada gambaran berapa besaran UMK di Sumenep.

Kepala Bidang Hubungan Industri dan Jaminan Sosial Disnaker Kabupaten Sumenep, Kamarul Alam mengatakan, pihaknya bersama Dewan Pengupahan saat ini masih dalam tahap merencanakan pembahasan. Namun, pemerintah belum memiliki pandangan sama sekali besaran UMK tahun 2021 ini.

“Kami masih mau rapat dengan dewan pengupahan. Tapi belum pasti kapan kami rapat,” kata Kamarul Alam, Rabu (4/11).

Pihaknya juga belum bisa memastikan apakah ada kenaikan besaran UMK Sumenep tahun 2021, mengingat saat ini masih dalam suasana Pandemi Covid-19. Kendati demikian, pihaknya memastikan tidak akan ada penurunan besaran. “Setelah kami rapat bersama dewan pengupahan, hasilnya nanti langsung kami kirim ke Bupati dan selanjutnya dikir.le Gubernur Jawa Timur. Soal naik atau tidak, kami belum bisa memastikan. Tapi, yang jelas tidak akan ada penurunan,” ucapnya.

UMK Sumenep tahun 2020 sebesar Rp 1.954.705,75. Beberapa tahun terakhir ini, UMK di Kabupaten ujung timur Pulau Garam Madura ini terus naik. Namun, dari ratusan perusahaan yang ada, tidak semuanya membayar upah sesuai UMK.

Sementara itu, salah satu karyawan perusahaan di Sumenep, Susiana berharap, pada tahun 2021 ada kenaikan besaran UMK minimal 10 persen dari tahun 2020. Estimasinya, jika ada kenaikan 10 persen, karyawan akan mendapatkan upah setiap bulan sebesar Rp 2 juta. “Kami berharap UMK Sumenep tahun 2021 bisa naik, minimal 10 persen,” kata Susiana.

Susi menerangkan, para karyawan menginginkan adanya peningkatan kesejahteraan. Sebab, harga komoditas dipasaran terus naik. Jika UMK tidak dinaikkan, dipastikan nasib para karyawan akan tetap stagnan. Akibatnya, buruh tidak akan berdaya dan kualitas sumber daya manusianya juga akan menjadi kerdil. “Makanya kami berharap agar UMK di Sumenep ada kenaikan,” tukasnya. [sul]

Tags: