Dewan Tulungagung Minta Perketat Pengawasan Daging Sapi

Seorang pedagang daging sapi sedang menjajakan dagangannya dipasar Bojonegoro. [bas/bhirawa]

Tulungagung, Bhirawa
Komisi B DPRD Tulungagung terus berkoordinasi dengan Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung untuk memperketat pengawasan daging sapi. Permintaan dilakukan setelah ada beberapa sapi di daerah setempat kedapatan mati diduga terserang penyakit antraks. “Koordinasi terus berjalan. Kami minta pengawasan daging sapi diperketat,” ujar Ketua Komisi B DPRD Tulungagung, Widodo Prasetyo, akhir pekan kemarin.
Menurut dia, tidak hanya daging sapi dari luar daerah Tulungagung yang harus diperketat, tetapi juga daging sapi lokal. “Jadi imbauan kami masyarakat lebih waspada dalam membeli daging sapi,” tuturnya.
Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung, Tatik Andayani, belum dapat menyimpulkan atas kematian sapi yang diduga terserang penyakit antraks itu. Ia masih menunggu hasil uji laboratorium. “Kami masih menunggu hasil laboratorium. Belum dapat dipastikan positif atau tidak,” katanya.
Sejauh ini Dinas Peternakan Kabupaten Tulungagung lanjut dia, terus melakukan pencegahan penyakit antraks. Di antaranya dengan penyemprotan disinfektan dan memaksimalkan peran dokter hewan untuk pendeteksian dini. [wed]

Tags: