Dewan Usulkan Perda HUT Arema

Suasana HUT Arema di dalam ruang sidang DPRD Kota Malang Selasa 11/8 kemarin.

Seluruh ASN Gunakan Atribut Aremania
Malang, Bhirawa
Tanggal 11 Agustus yang merupakan HUT Arema yang menjadi hari penting bagi masyarakat Malang Raya. Anggota DPRD Kota Malang bahkan mengusulkan untuk dibuatkan peraturan daerah (perda) inisiatif Arema Day.
Hal itu sebagai salah satu bentuk penghargaan bagi Arema yang bisa dikatakan juga ikon Kota Malang. “Kami ingin bahwa 11 Agustus ini menjadi Arema Day atau Hari Arema. Kami akan buatkan perda inisiatif DPRD,” ujar Ketua DPRD Kota Malang I Made Riandiana Kartika ditemui di Kantor DPRD Kota Malang, Selasa (11/8) kemarin.
Made menyebut, pengajuan pembuatan perda Inisiatif tersebut akan dicanangkan pada masa sidang ketiga November 2020 mendatang. Sebab, pengajuan perda pada 2020 sudah tidak memungkinkan.
Menurut Made, karena pengajuan perda tahun 2020 tidak memungkinkan, nanti masa sidang ketiga November akan di canangkan inisiatif DPRD.
“Perayaan ulang tahun harus memiliki makna. Terlebih Arema telah mendarah daging dan telah menjadi ikon Kota Malang.
Karena kita ingin perayaan ulang tahun harus ada maknanya. Kita ingin semua semangat Arema salam satu jiwa, pernak-pernik Arema bisa menyatu dengan masyarakat Kota Malang,” paparnya.
Perda tersebut nantinya akan berisi kewajiban seluruh masyarakat Kota Malang memakai atribut Arema. Bahasa khas Malangan atau walikan juga diwajibkan untuk digunakan selama sehari itu, tepat pada HUT Arema setiap tahun.
Langkah ini juga dinilai bisa menghidupkan perekonomian di Kota Malang, khususnya usaha mikro kecil menengah (UMKM).
“Mungkin bisa di perda itu mewajibkan masyarakat Kota Malang, bukan hanya ASN, bukan hanya pegawai, tapi seluruh masyarakat wajib memakai atribut Arema dengan tujuan untuk menghidupkan UMKM. Kemudian kami ingin pada hari itu pakai bahasa Malangan, bahasa walikan, dan ada perlakuan-perlakuan istimewa terhadap Arema,”tandasnya.
Lebih jauh, Made juga berharap dalam setiap kegiatan di Kota Malang, baik ASN, eksekutif ataupun legislatif selalu mentelipkan yel-yel Arema. Sebab, hal itu sudah identik dan selayaknya dilegalkan bahwa itu merupakan ikon Kota malang.
Menanggapi itu, Wali Kota Malang Sutiaji menyambut baik usulan yang nantinya akan diajukan dewan. Meskipun, menurut penglihatannya, setiap tahun meski tanpa adanya perda, masyarakat Kota Malang menyambut kemeriahan HUT Arema dengan selalu mengenakan atribut khas.
“Perda kan bukan dari kita. Yang mengusulkan DPRD. Itu bagus. Namun, tanpa itu semua saja, kan masyarakat sudah mengenakan atribut Arema,” ungkapnya.
Patut diketahui, seluruh ASN di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Malang kompak memakai atribut Arema. pada HUT Singo Edan ke-33 tahun yang jatuh pada Selasa 11/8 kemarin.
“ASN adalah bagian dari arek Malang, yang tidak bisa dipisahkan dari kera-kera Ngalam. Ini yang harus dikuatkan, kami ikut berbahagia dalam HUT Arema,” terangnya.
Sutiaji mengatakan dalam masa pandemi ini, perayaan HUT Arema tidak diwarnai dengan adanya konvoi maupun kegiatan yang dapat mengundang kerumuman massa.
“Saat ini, tidak ada hura-hura, yang penting, semangatnya meriah dan tidak pernah luntur. Namun, dilaksanakan dalam kondisi senyap karena dalam masa pandemi Covid-19,” katanya.
Sutiaji juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan oleh arek-arek malang yang mengadakan konser virtual perayaan HUT Arema agar tidak menimbulkan kerumunan massa.
“Kemarin, rencananya mau ada perayaan secara virtual. Aremania dan Aremanita juga sudah mematuhi aturan. Ini menunjukkan bahwa ada semangat fair play. Tidak hanya tim sepak bolanya, tapi seluruh arek-arek Malang, yang bisa jadi kekuatan untuk Indonesia dan dunia,” tuturnya.
Sutiaji berharap dalam HUT Arema yang ke-33 tahun ini, tim sepakbola kebanggaan arek-arek Malang dapat mengukir prestasi di kancah nasional hingga internasional. [mut]

Rate this article!
Tags: