Dewanti Rumpoko Berharap Tunda Berwisata ke Kota Batu

Foto: Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi saat memimpin apel pelaksanaan PPKM di alun- alun Kota Batu, Senin (11/1). (Anas Batiar/ Bhirawa)

Kota Batu, Bhirawa
Tunda dulu wisatawan di Jawa Timur pada khususnya dan Nusantara pada umumnya untuk datang berwisata ke Kota Batu. Meskipun tidak ada penutupan tempat wisata selama pelaksanaan PPKM, namun tetap menuntut adanya pembatasan aktivitas masyarakat.

Hal ini ditegaskan Wali Kota Batu, Dra Hj Dewanti Rumpoko MSi usai memimpin apel siang di alun- alun Kota Batu, Senin (11/1). “Gak usahlah kita berwisata dulu. Lebih baik pastikan kondisi kita tetap sehat dengan berada di rumah,”ujar Dewanti saat dikonfirmasi tentang kegiatan wisata di Kota Batu.

Ia tak memungkiri jika kunjungan wisatawan di Kota Batu banyak berasal dari wilayah Surabaya Raya. Namun demi kebaikan bersama dan kesehatan semua Dewanti meminta semua wisatawan menunda dulu rencana untuk berwisata.

“Sebenarnya kasihan juga kepada para pelaku usaha wisata (di Kota Batu), saat ini pemasukan wisata tidak sebanding dengan (biaya) operasional. Tapi mau bagaimana lagi kondisinya saat ini masih seperti ini (pandemi Covid-19),” jelas Dewanti.

Ia menjelaskan bahwa data yang ada di pemkot saat ini angka kunjungan wisatawan di Kota Batu hanya berkisar 10 sampai 20 persen saja. Karena trend-nya saat ini masyarakat cinderung ke luar ruah untuk mencari kuliner di cafe dan restoran saja.

Namun demikian adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kota Batu terhitung mulai kemarin (11/1) selama 15 hari ke depan juga membuat usaha kuliner juga tidak bisa berjalan optimal. Apalagi wali kota juga telah mengeluarkan Sudat Edaran (SE) tentang pelaksanaan PPKM tersebut.

Ada sangsi tegas yang harus diterima para pelaku usaha restoran dan sejenisnya jika melanggar SE PPKM wali kota tersebut. Dalam SE tersebut menyebutkan bahwa kursi yang tersedia di restoran dan sejenisnya hanya bisa diisi 25 persen dari kapasitas yang ada, Selain itu jam operasional juga dibatasi hanya sampai 19.00 saja.

Pembatasan jam operasional ini juga berlaku untuk pusat perbelanjaan atau mall. “Jika ada cafe atau restoran yang melanggar maka yang pertama akan diperingatkan, dan jika tetap melanggar akan ditutup selama seminggu,” tegas Dewanti.[nas]

Tags: