Di Pasar Tradisional, Kebijakan Satu Harga Migor Belum Bisa Diterapkan di Pamekasan

Kepala Disperindag Pamekasan, Ahmad Syaifuddin.

Pamekasan, Bhirawa
Pasca melinjak naik harga Minyak goreng (Migor) dan sempat menjadi keluhan Ibu-ibu rumah tangga. Akhir Pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan menetapkan kebijakan satu harga Migor Rp14.000 per liter di pasar tradisional.

Kebijakan yang berlaku mulai Hari Kamis, tanggal 27 Januari 2022, belum bisa terealisasi di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur, khususnya di Pasar Tradisional disebabkan minimnya stok yang disediakan suplier atau pabrikan.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Kabupaten Pamekasan, Achmad Sjaifuddin mengatakan, untuk merealisasikan kebutuhan stok, pihaknya beberapa hari terakhir sedang menjalin komunikasi dengan sejumlah pabrikan. “Dalam komunikasi dengan suplier dan pabrikan untuk mendapat suplai satu harga. Hasilnya, mereka masih kewalahan karena banyaknya permintaan di pasaran,” terangnya.

Selain itu, jelas Syaifuddin, pihaknya juga telah menjalin koordinasi dengan Pemerintah provinsi dan Pemda terdekat. Namun, beberapa instansi tersebut juga tengah kewalahan memenuhi stok yang dibutuhkan di daerahnya masing-masing.

IA Mengakui, Pemerintah pusat khususnya Kemendag sudah mengeluarkan rilis untuk penyeragaman harga Minyak goreng di pasar Tradisional, satu minggu setelah rilis Toko modern. “Namun, pihaknya selaku kepanjangan tangan dari kebijakan Pemerintah pusat, kini masih mencari terobosan di tengah pihak distributor belum siap. Dan kami, hinga detik ini belum menerima arahan dari Pamerintah provinsi,” ucap Abah Achmad, yang menjabat Kadisparbud Pamekasan.

Langkah memenuhi kebutuhan Minyak goreng bagi masyarakat, pihak Disperindag bakal menggelar pasar murah satu harga, pada Kamis siang ini (27/1). Syaifuddin menjelaskan, ketersedian stok terbatas, ha hanya tersedia 75 karton, sehingga setiap warga dengan bukti KTP bisa membeli Minyak goreng maksimal 2 liter.[din.ca]

Tags: