Di Persimpangan Senja

foto ilustrasi

Di Persimpangan Senja

Oleh :
Alzana Rachma

Warna jingga di langit semakin merekah
Menampakan wajah cantik merona
Diiringi walet yang berhamburan
Berterbangan kesana kemari dengan lihainya
Mencari tempat persinggahan ternyamannya

Dipersimpangan senja
Jingga selalu dikelilingi cemara yang rindang
Sayup adzan yang mulai berkumandang
Rumah-rumah yang mulai terang
Tandanya, ia akan bergegas pulang

Semakin lama semakin hilang
Mengalihkan raut cantiknya
Menyudahi pentasnya
Membuat takjub penghuninya
Senja, segera kembali ke tuannya

Romansa Alam yang Berbeda
Karya: Alzana Rachma

Romansa alam sudah berbeda
Hamparan padi terlihat menguning
Hutan-hutan hijau yang sangat lebat
Lautan dengan ombak yang seakan melambai

Kini, nuansa alam sudah berbeda
Sedikit demi sedikit mulai terkikis
Hijaunya hutan menjadi gundul
Lautanku menjadi lautan sampah

Tergantikan oleh gedung pencakar langit
Tergantikan oleh pabrik-pabrik
Tanah yang subur menjadi gersang
Karena ulah manusia yang mati rasa

Mutiara di Tanah Tandus
Karya: Alzana Rachma

Lihatlah…
Kekayaan negeri ini
Menyebar luas dimana-mana
Hamparan padi tumbuh dengan suburnya
Tanahnya di sulap bak di negeri dongeng

Lihatlah…
Kemakmuran negeri ini
Tersebar luas dimana-mana
Bangunan besar nan tinggi yang menjuntai
Berjejer di setiap sudut kota

Lihatlah…
Keramaian negeri ini
Orang-orang saling bertegur sapa
Menebar senyum termanisnya
Saling bergotong royong dengan semangatnya

Lihatlah…
Betapa indahnya negeri ini
Pemandangan hijau yang asri
Burung-burung ikut serta bernyanyi
Membuat hati tenang bagi penikmatnya

Kabut dan Kalut
Karya: Alzana Rachma

Terlihat asap hitam menjulang tinggi
Seperti presiden yang sedang menyapa rakyatnya
Para burung bermimik sedih dan cemas
Suasana menjadi memanas
Dan protes jua belum terbalas

Ada apa ini?
Asap hitam terus menerus melambai
Dari sebuah bangunan tinggi yang menjuntai
Dedaunan yang tak lagi sebersih kain putih
Udara yang tak lagi sesejuk kasih

Sebagian masyarakat melontarkan keluh
Tetapi, manusia bertopeng terus membuat gaduh
Seakan memicu untuk ricuh
Membuat kabut semakin rusuh
Dan kalut yang menjadi lusuh

Diambang Kenikmatan
Karya: Alzana Rachma

Ku pandang luas samudera
Debur ombak yang menenangkan hati
Burung camar bernyanyi riang
Para nelayan mulai menepikan perahunya
Membawa hasil ikan tangkapannya

Anak-anak berlarian di bibir pantai
Bersendau gurau tanpa beban
Ku pandang lagi luas samudera
Sang mentari pun mulai menghilang
Menandakan hari ini telah berlalu

Suara burung malam mulai terdengar
Bernyanyi merdu seakan mengundang untuk ikut bernyayi
Bintang-bintang menari dengan indahnya
Menambah keindahan malam ini
Membuat tentram hati

Tentang Penulis: Alzana Rachma, Mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Muhammadiyah Purwokerto.

Rate this article!
Di Persimpangan Senja,3.60 / 5 ( 5votes )
Tags: