Di Sidoarjo Banyak Sengketa Konsumen dan Produsen

Sidoarjo, Bhirawa
Untuk melindungi konsumen di Kab Sidoarjo, sudah saatnya dibentuk  Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen ( BPSK) karena sangat urgent, sebab melihat jumlah penduduknya yang besar nomor 2 di Jatim setelah Surabaya. Sehingga dimungkinkan bisa terjadi sengketa antara konsumen dan produsen.
Menurut Kepala Dinas Koperasi Perindag Sidoarjo, Feni Apridawati, sengketa antara konsumen di Sidoarjo dan produsen selama ini sudah banyak. Namun lembaga yang memfasilitasi sengketa itu tidak ada di Sidoarjo, sehingga banyak dilewatkan di BPSK milik Pemkot Surabaya. ”Dalam waktu dekat kami akan mengirimkan telaah staf pada bupati tentang urgenitasnya keberadaan BPSK di Sidoarjo,” jelas Feni, Selasa (8/4) kemarin.
Menurut Feni,  bila penyelesaian sengketa dilakukan di  Surabaya maka akan memakan waktu dan  jarak. Juga kasus sengketa yang di tangani di BPSK Surabaya sendiri pasti banyak, sehingga  penyelesaian sengketa konsumen dari Sidoarjo bisa jadi akan lama. Sehingga bila di Sidoarjo sendiri ada BPSK, maka logikanya penyelesaian sengketa antara konsumen dan produsen akan lebih cepat.
Untuk merespon hari konsumen tahun 2014 ini, kata Feni, pihaknya juga akan menyebarkan spanduk-spanduk dan liflet di sejumlah titik, yang isinya untuk memberikan saran-saran pada masyarakat sebelum membeli produk.
”Diantaranya, konsumen agar teliti sebelum membeli, membeli sesuatu harus sesuai kebutuhan bukan keinginan, pastikan produk sesuai standar, perhatikan label, garansi dan perhatikan waktu kedaluwarsa. Dan agar konsumen di Sidoarjo menjadi konsumen yang cerdas dan hati-hati sebelum membeli,” kata Feni, juga dibenarkan Kabid Perdagangan, M Charda.
Konsumen harus dilindungi, lanjut Feni, karena telah diamanatkan dalam UU Nomor 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. [ali]

Tags: