Di Tengah Pandemi Covid-19, Pelajar Bekerja untuk Beli Kuota Internet

Salah satu siswa bekerja dipusat kerajinan semping di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo Selasa (23/2). [sawawi]

Situbondo, Bhirawa
Di tengah pandemi Covid 19, sejumlah siswa yang ada di Kota Santri Situbondo mengaku bersekolah sambil bekerja di tempat pusat kerajinan. Ini dilakukan, selain untuk melatih potensi keterampilan juga untuk menambah penghasilan demi untuk menopang kebutuhan paketan kuota internet, sehingga dapat mengikuti sistem pembelajaran Daring (Dalam Jaringan) dari sekolah. Hal itu diakui salah satu pelajar tingkat menengah asal Kabupaten Situbondo, Selasa (23/2) kemarin.
Menurut Aliman, pemilik tempat kerajinan semping yang ada di Desa Sumberkolak, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Sedangkan keberadaan siswa yang bekerja untuk membeli kuota internet, diakui dapat memotivasi dirinya, karena selain bisa ikut mendorong agar pelajar itu bisa belajar secara mandiri juga dapat mengisi waktu dengan kegiatan positif.
“Ya dengan sambil bekerja, mereka para siswa banyak sisi manfaatnya,” ujar Aliman.
Aliman menjelaskan, dirinya memberi peluang kepada para siswa untuk belajar keterampilan, karena selama masa pandemi Covid 19 para siswa lebih banyak diam di rumah. Dengan sambil bekerja mereka tidak membuang waktu hanya untuk bermain dan sebaliknya dapat mengisi waktu dengan sejumlah kegiatan positif, selama belum mengikuti Pembelajaran Tatap Muka (PTM).
“Kami bersyukur mereka mau berlatih keterampilan di sini sehingga menjadi pelajar yang mandiri. Setidaknya mereka tidak membuang waktu sia – sia atau hanya sekedar main game di rumah,” ujar Aliman.
Aliman menambahkan, dirinya sudah cukup lama fokus mengelola kerajinan setengah jadi dari salah seorang pengusaha kerajinan yanag ada di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo. Ini ditempuh karena belum memiliki modal yang cukup untuk mengembangkan kerajinan sendiri.
“Ya ini semua bahan bakunya dikirim pengrajin dari Panarukan. Kami hanya mengerjakan kerajinan setengah jadi. Baru setelah itu diproduksi di tempat pusat pengrajin,” urai Aliman.
Pandemi Covid 19 tentu berdampak karena lesunya ekonomi, termasuk di Kota Santri Situbondo. Dan para pengrajin ikut kelimpungan akibat serangan pandemi Covid 19 yang terjadi hampir setahun belakangan ini. Para pengrajin juga sangat membutuhkan bantuan modal untuk memulai usaha yang ditekuni.
“Yang terjadi saat ini dana yang kami miliki sangat terbatas. Sehingga kami masih mengambil pesanan dari pengrajin lain dan hanya mengerjakan kerajinan produk dengan setengah jadi,” tandas Aliman. [awi]

Tags: