Diabetes Mellitus Tipe-1 Anak Capai 70 Pasien

2-diabetes.dnaSurabaya, Bhrawa
Angka penderita diabetes millitus tipe I yang dialami oleh anak-anak terus meningkat. Di RSUD dr Soetomo, dari tahun 2004 hingga 2014, jumlah penderita penyakit yang muncul karena gangguan metabolisme glokosa yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah secara kronik tersebut mencapai 70 pasien.
Anggota Tim Divisi Endokrin Anak Staf Medis Fungsional (SMF) Kesehatan Anak RSUD dr Soetomo, dr Muhammad Faizi, Sp A menjelaskan diabetes Mellitus tipe-1 merupakan salah satu penyakit kronis yang sampai saat ini belum dapat disembuhkan. Kendati demikian kualitas hidup penderita diabetes mellitus tipe-1 dapat dipertahakan seoptimal mungkin dan sepadan dengan anak yang normal jika mendapatkan tatalaksana yang adekuat.
“Banyak atlet dan artis dunia yang berprestasi meski punya DM 1Satu-satunya cara kadar glukosa darah diusahakan berada dalam batas normal atau mendekati nilai normal ,” tukasnya.
Menurut Faizi, diabetes mellitus (DM) tipe-1 terjadi akibat adanya gangguan metabolisme glukosa yang ditandai oleh peningkatan kadar gula darah secara kronik. Glukosa darah puasa dianggap normal bila kadar glukosa darah kapiler <126 mg/dL. Diagnosis Diabetes mellitus apabila ditemukan adanya gejala klinis sering buang air kecil (poliuria), banyak haus (polidipsia), mudah lapar (polifagia), berat badan yang menurun terjadi antara 1 sampai 2 minggu sebelum diagnosis ditegakkan dan kadar glukosa darah sewaktu >200 mg/dL.Oleh karena itu, bagi oprang tua yang melihat kondisi anaknya dengan ciri yang sudah disebutkan, maka secepatnya diperiksakan ke dokter.
“Apabila terjadi keterlambatan diagnosis, penderita diabetes mellitus tipe-1 akan memasuki fase ketoasidosis yang dapat berakibat fatal bagi penderita,” jelasnya.
Karena menjadi salah satu momok penyakit bagi anak-anak, maka RSUD dr Soetomo membuat pengelolaan diabetes melitus tipe-1 pada anak. Bahkan, tim terpadu yang ada dalam divisi endokrin di rumah sakit rujukan di Indonesia Timur ini dilakukan secara terpadu oleh suatu tim yang terdiri dari beberapa ahli. Dari ahli endokrinologi anak, dokter anak, ahli gizi, ahli psikiatri-psikologi anak, pekerja sosial dan edukator.
“Kita selalu kerjasama yang baik antara tim dan pihak penderita agar tercapai tujuan pengobatan pada DM tipe-1,” jelasnya.
Menurut Faizi, DM Tipe 1 pada anak tidak bisa disembuhkan, namun bisa dikontrol dengan pemberian insulin. Oleh karena itu, sebelum pemberian insulin, tim endokrin RSUD Soetomo melakukan beberapa pemeriksaan untuk menilai kontrol metabolik yaitu kadar glukosa darah, HbA1c dan fruktosamin. Selain itu, kontrol metabolik pada pasien DM 1 juga bisa dilakukan dengan poliuri, polidipsi, gangguan penglihatan, penurunan berat badan atau gagal penambahan berat badan, gagal tumbuh, pubertas terlambat, infeksi kulit, penurunan prestasi disekolah dan peningkatan kadar HbA1c.
“Penderita diabetes mellitus tipe-1 setap kali datang berobat di poli Endokrinologi Anak RSUD Dr.Soetomo Surabaya selalu dipantau kadar glukosa darah agar dapat dilakukan evaluasi pemberian insulin sehingga didapatkan dosis insulin yang optimal, serta dilakukan pemeriksaan berat dan tinggi badan untuk memantau pertumbuhannya,” jelasnya.
Hal itu dilakukan juga sebagai bentuk evaluasi terhadap status pubertas untuk mengetahui adanya keterlambatan, pemeriksaan jantung dan mata. Sebab, jika DM Tipe 1 pada anak tidak terpantau kadar gulanya, bakal memunculkan penyakit kronis yang bisa menyebabkan kematian. [dna]

Keterangan Foto: Pelayanan yang diberikan rumah sakit kepada pasien anak.

Tags: