Dibuka Sehari, Pendaftar Nyaris Penuhi Pagu

6-PPDB-onlineDindik Surabaya, Bhirawa
Persaingan pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) jalur sekolah kawasan mulai terlihat ketat. Belum genap sehari dibuka, ribuan pendaftar yang masuk dalam laman online PPDB Surabaya nyaris memenuhi pagu yang tersedia. Khususnya pada jenjang SMPN kawasan yang keketatannya melebihi SMAN kawasan.
Hingga  Kamis (26/6) pukul 16.30 kemarin, pendaftar jenjang SMPN kawasan telah mencapai 6.315 siswa. Sementara untuk pendaftar SMAN kawasan, pada waktu yang sama baru mencapai 3.048 siswa. Minimnya pendaftar di SMA kawasan ini otomatis membuat persaingan menjadi longgar. Jika dilihat dari pagu yang ada, jenjang SMA kawasan tersedia 3.988 kursi. Sedangkan pagu jenjang SMPN kawasan tersedia 3.805 kursi. Dengan demikian, persaingan di jenjang SMPN kawasan pada hari pertama ini telah mencapai 1:2.
Meski di jenjang SMAN kawasan cenderung minim, Dinas Pendidikan (Dindik) Surabaya optimistis semua sekolah kawasan akan mampu memenuhi pagu yang tersedia. Ketua PPDB Dispendik Surabaya Yusuf Masruh mengakui, animo pendaftar SMP kawasan lebih tinggi dibandingkan SMA kawasan. Hal ini cukup beralasan, jumlah siswa lulusan SD di Surabaya yang memenuhi standar minimal SMP kawasan mencapai 14 ribu lebih. “Sementara lulusan SMP yang sesuai standar nilai jalur SMA kawasan hanya 7.852 siswa,” kata Yusuf, Kamis (26/6).
Bagaimana jika sampai penutupan pendaftaran jalur kawasan pendaftar SMA kawasan tetap minim? Pria yang juga menjabat Kabid Ketenagaan Dispendik Surabaya ini menjelaskan hal itu bukanlah masalah. Tes Potensi Akademik (TPA) tetap dilakukan tepat waktu. “Kami punya proyeksi jumlah siswa yang sesuai standar nilai kawasan. Kalau tidak semua mendaftar, ya tetap jalan,” ujarnya.
Ketika disinggung sekolah kawasan mana yang paling banyak dipilih siswa, Yusuf menyatakan hal itu belum bisa dibuka saat ini. Data tersebut baru dibuka setelah terjadi penggabungan antara nilai Ujian Nasional (UN) dengan hasil TPA.
Dia menjelaskan, bila sebaran pendaftar jalur sekolah kawasan dibuka terlalu dini, maka dapat membuat pendaftar bingung. “Tapi, usulan ini nanti akan kami bicarakan dengan tim PPDB. Yang jelas, perankingan pasti jalan setelah ada komulatif antara nilai UN dengan TPA,” ungkapnya.
Terpisah, Tim PPDB dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya Victor Hariyadi mengatakan, sebaran pendaftar jalur sekolah kawasan memang belum bisa dibuka saat ini. Sebab, waktu pendaftaran belum mencapai 50 persen.
Menurut Victor, sumber daya PPDB jalur sekolah kawasan terus dioptimalkan di masa pendaftaran. Jika waktu pendaftaran sudah mencapai lebih dari 50 persen, maka pihaknya baru bisa melihat statistik sebaran pendaftar. “Kalau dibuka sekarang bisa salah statistiknya,” tandasnya. [tam]

Tags: