Diduga Pungli, PWI Laporkan Kasek SMKN 1 Singosari

cyn-19-11-Foto Mobil Toyota Innova yang dibeli SMKN 1 SingosariKab Malang, Bhirawa
Sejumlah wali murid SMKN 1 Singosari, Kabupaten Malang menduga bahwa kepala sekolah (kasek) setempat telah melakukan pungutan liar (pungli), serta melakukan penyimpangan dana. Sebab, uang dari hasil penarikan kepada masing-masing wali murid sebesar Rp 2,5 juta, tidak digunakan untuk menunjang pendidikan, tapi digunakan untuk membeli kendaraan roda empat, yang diperuntukan untuk komite sekolah.
Sehingga dengan dugaan adanya pungli dan pennyimpangan dana tersebut, maka salah satu wali murid mengadukan ke Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Malang Raya, karena sebelumnya perwakilan wali murid SMKN 1 Singosari mengadukan ke anggota DPRD Kabupaten Malang, tapi hingga kini tidak ada tanggapan.
Ketua PWI Malang Raya Sugeng Irawan, Selasa (18/11), kepada Bhirawa membenarkan, jika salah satu wali murid SMKN 1 Singosari telah mengadukan kepada PWI, terkait adanya dugaan pungli dan penyimpangan dana yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Singosari. Sedangan dari pengaduan wali murid tersebut, bahwa uang penarikan sebesar Rp 2,5 juta itu, saat Penerimaan Siswa Baru (PSB) tahun ajaran 2014/2015, dan siswa yang diterima sebanyak 700 orang siswa.
Dan jika dihitung jumlah uang yang diterima oleh sekolah dari hasil pungutan kepada wali murid, jelas dia, yakni sebesar Rp 1,75 miliar. Padahal uang sebesar itu, menurut salah satu murid SMKN 1 Singosari, janjinya akan dipergunakan untuk menunjang pendidikan. “Tapi nyatanya sebagian uang itu dibelikan kendaran roda empat jenis Toyota Innova, yang harganya mencapai Rp 300 juta,” ungkapnya.
Dengan menyikapi pengaduan wali murid tersebut, Sugeng menegaskan, bahwa PWI akan melakukan investigasi terkait dugaan pungli dan penyimpangan dana yang dilakulan oleh Kepala Sekolah SMKN 1 Singosari Sali Rochani. Dan jika dalam investigasi dilapangan benar telah melakukan pungli dan penyimpangan dana, maka dirinya selaku Ketua PWI akan menjembatani untuk melaporkaan kasus tersebut kepada Bupati Malang.
“Sebab dalam kasus ini, PWI hanya mendampingi wali murid agar kasus dugaan pungli ini bisa ditindaklanjuti oleh bupati. Sehingga PWI tidak melaporkan ke polisi, karena yang lebih berhak melaporkan ke polisi adalah wali murid sendiri atau Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM),” tuturnya.
Sementara, jelas Sugeng, dari hasil penjelasan Koordinator Bursa Kerja Khusus (BKK) SMKN 1 Singosari Agus Sudarto, yang disampaikan wali murid SMKN 1 setempat, jika uang pungutan pada PSB sebesar Rp 2,5 juta dan pembelian mobil Toyota Innova yang diperuntukkan untuk komite sekolah sudah disampaikan kepada Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) Kabupaten Malang.
Secara terpisah, Kadindik Kabupaten Malang Budi Ismoyo membantah, jika apa yang dikatakan Koordinator BKK SMKN 1 Singosari Agus Sudarto tidak benar. Karena hingga sekarang, terkait penarikan uang pada wali murid saat PSB tahun ajaran 2014/2015 maupun pembelian mobil Innova, hingga sekarang belum dilapokan ke Dindik.
“Saya baru mengetahui, jika pembelian mobil untuk komite sekolah itu hasil sumbangan dari wali murid. Untuk itu, dirinya akan segera memanggil Kepala Sekolah SMKN 1 Singosari, agar dia memberikan klarifikasi yang berkaitan dengan penariakan uang saat PSB dan pembelian mobil komite sekolah,” tegasnya.
Dan apapun alasan dari pihak sekolah, kata Budi, dengan  dalih dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) tidak mencukupi, lalu meminta sumbangan wali murid, itu tetap menyalahi aturan. Padahal, jika kepala sekolah akan meminta sumbangan pada wali murid untuk menunjang kebutuhan sekolah, harus ada izin dari bupati. Dan jika tidak ada izin dari bupati, maka masuk kategori pungli. Karena sumbangan dalam bentuk apapun sudah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup). [cyn]

Keterangan Foto : Mobil Toyota Innova SMKN 1 Singosari (dua dari kiri) yang dipersoalkan wali murid. [cyn/Bhirawa]

Tags: