Diduga Terima Pungli, Inspektorat Kabupaten Malang Berhentikan Sementara Kades Jedong

Tridiyah Maestuti

Kab Malang, Bhirawa
Kepala Desa (Kades) Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang Tekad Wahyudi diduga telah terima pungutan liar (pungli) atas pembuatan surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB), maka kades tersebut diberhentikan sementara dari jabatan kades.
Sedangkan pemberhentian sementara jabatan Kades Jedong tersebut, kata Kepala Inspektorat Kabupaten Malang Tridiyah Maestuti, Selasa (28/1), kepada wartawan, hal ini setelah Kades Jedong Tekad Wahyudi tertangkap tangan setelah dilakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Tim Saber (Pungli) Polres Malang, pada Jumat (24/1) siang. Sedangkan Tim Saber Pungli telah mendapatkan barang bukti berupa uang sebesar Rp 10 juta, dan sebuah Hand Phone (HP) merk Samsung A500 yang disinyalir percakapan kades dengan pemohon IMB.
“Jika Kades Jedong Tekad Wahyudi sudah dilakukan penahanan oleh penyidik Polres Malang, maka pihaknya segera memproses untuk memberhentikan sementara Kades Jedong. Dan selanjutnya, Kades Jedong akan diisi Pejabat Sementara (Pjs), agar pelayanan masyarakat tetap berjalan,” ujarnya.
Tridiyah menegaskan, kini proses pemberhentian sementara sudah berjalan, dan untuk mengisi kekosongan jabatan Kades, akan segera menunjuk Pjs Kades Jedong.  Sedangkan penunjukkan PJs kades, nantinya sampai kasusnya mempunyai kekuatan hukum tetap (inkrah). Karena supaya tidak ada kekosongan jabatan, sehingga pelayanan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan. Dan jika nantinya, dia dalam persidangan terbukti, maka Tekad Wahyudi sebagai Kades Jedong akan diberhentikan tetap.
“Sambil menunggu surat resmi penetapan tersangka dari Polres Malang, maka pihaknya akan memproses untuk mengajukan Pjs Kades Jedong kepada Bupati Malang. Sehingga penunjukkan Pjs Kades Jedong bisa dari ASN maupun dari perangkat desa setempat,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasatreskrim) Polres Malang AKP Tiksnarto Andaru Rahutomo mengatakan, Kades Jedong, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang Tekad Wahyudi, sudah kita dijadikan tersangka, dan sudah kita tahan untuk proses hukum. Sedangkan untuk menetapkan Tekad sebagai tersangka, tentunya penyidik sudah berkoordinasi dengan inspektorat Pemkab Malang. Selain itu, pihaknya sudah meminta keterangan saksi, serta bukti-bukti yang ada.
Perubahan status dari terlapor menjadi tersangka, lanjut dia, hal ini menjadi indikasi bahwa penyidik Satreskrim Polres Malang, telah memiliki cukup bukti yang bisa menjerat Kades Jedong ke meja peradilan. “Pungli yang dia terima itu untuk pembuatan IMB, yakni sebesar Rp 10 juta. Dan saat kita lakukan OTT, uang sebesar itu berada di dalam amplop berwarna coklat. Sedangkan pembuatan IMB itu tidak dipungut biaya alias gratis,” ungkapnya. [cyn]

Tags: