Didukung Relawan, Dinsos Jatim Sediakan Permakanan untuk Korban Banjir

Kabid Penanganan Bencana Dinsos Jatim, Sukardi saat berada di dapur umum untuk membantu para korban banjir.

Pemprov, Bhirawa
Menangani bencana banjir yang terjadi di wilayah Kecamatan Taman, Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Provinsi Jatim melalui Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim memberikan layanan dukungan psikososial dan dapur umum (DU). Untuk layanan DU, Dinsos Jatim mendapat dukungan dari relawan dan komunitas.

“DU Tagana Dinsos Jatim di SDN 1 Trosobo menyediakan kebutuhan makan untuk warga terdampak banjir di Desa Trosobo dan Kramat Jegu, Kecamatan Taman sebanyak 9000 bungkus. Dalam mendistribusikan bantuan permakanan, Dinsos Jatim berkoordinasi dengan kepala desa,” kata Kadinsos Jatim melalui Kepala Bidang Penanganan Bencana Dinsos Jatim Sukardi SH MSi.

Dia menjelaskan, jumlah tersebut diproduksi secara bertahap untuk kebutuhan makan pagi, siang, dan malam masyarakat terdampak dan petugas. Aktivitas DU ini melibatkan Dinsos dan Tagana Provinsi Jatim serta Kabupaten Sidoarjo, BPBD Provinsi Jatim dan Kabupaten Sidoarjo, Tagana Rajawali, Jatim Sosial Care (JSC), Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Pendamping Program Keluarga Harapan (PKH), serta relawan komunitas seperti Info Lantas Sidoarjo (ILS), Galena Sidoarjo, komunitas off road, relawan Basarnas, dan unsur masyarakat lainnya.

Selain DU induk di SDN 1 Trosobo, terdapat dapur mandiri yang beroperasi di 4 titik. Dapur mandiri ini juga menyediakan makan tiga kali sehari. Salah satu dapur mandiri tersebut berada di Desa Kramat Jegu yang melibatkan komunitas off road dan relawan Galena Sidoarjo. Dapur mandiri ini melayani 4000 nasi bungkus.

“Kami sempat kewalahan saat harus menyediakan 10 ribu nasi bungkus pada Selasa (20/2) karena keterbatasan tenaga dan peralatan. Aktifnya dapur mandiri yang digelar relawan dan masyarakat sangat efektif membantu pemenuhan kebutuhan permakanan. Sejak aktifnya dapur mandiri oleh potensi relawan dan masyarakat, maka layanan pemenuhan permakanan menjadi efektif,” lanjut Sukardi.

Dia melanjutkan, kebutuhan logistik di dapur mandiri maupun dapur induk didukung penuh oleh BPBD Jatim. Hanya beberapa kebutuhan ringan seperti bumbu dan lainnya yang pihaknya belanja sendiri. “Melihat debit air mengalami penurunan, maka kami ajukan kebutuhan logistik ke BPBD Provinsi Jatim untuk masa pelayanan selama lima hari, dari 20 sampai 24 Februari 2024,” jelasnya.

Sukardi menambahkan, pemberlakuan masa tanggap darurat tahap pertama bencana banjir ini ditetapkan sejak 14 hingga 20 Februari 2024. Kemudian, dilakukan perpanjangan tanggap darurat kedua hingga se bulan ke depan. Mengingat masih banyaknya kegiatan yang harus dilakukan selain DU, seperti pembersihan, perbaikan, dan sebagainya.

“Kami berharap semua pihak yang terlibat tetap semangat dan jaga stamina agar tetap bisa memberikan yang terbaik bagi masyarakat, khususnya bagi mereka yang terdampak bencana,” pesannya. [rac.iib]

Tags: