Diguyur Hujan Deras, Dua Jembatan di Wilayah Kabupaten Malang Ambrol

Bupati Malang HM Sanusi (tengah) bersama Kadis DPUBM Kab Malang Romdhoni (kanan) saat meninjau Jembatan Jabung yang ambrol akibat guyuran hujan lebat. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Hujan deras di wilayah Kabupaten Malang dalam se-Minggu terakhir ini, hal ini telah merusakkan dua jembatan penghubung antar desa, yakni jembatan yang berada di wilayah Desa Jabung, Kecamatan Jabung, dan Jembatan Kali Putih di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan, kabupaten setempat. Sehingga dengan rusaknya jembatan tersebut, maka warga kedua tersebut terganggu aktivitasnya.

Hal ini dibenarkan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM) Kabupaten Malang Romdhoni, Senin (4/1), kepada sejumlah wartawan, di Ruang Anosopati Kantor Pemkab Malang, jika ada dua jembatan ambrol di wilayah Kecamatan Jabung dan Gedangan akibat curah hujan dalam satu Minggu terakhir ini cukup tinggi. Dan tidak hanya terdapat jembatan ambrol saja, tapi hujan deras juga merusakkan beberapa jalan desa. “Musim penghujan saat ini memang cukup ekstrim atau hujannya cukup deras,” paparnya.  

Menurutnya, kerusakan dua jembatan dan jalan karena hal itu akibat faktor alam, yakni akibat guyuran hujan deras dan banjir. Sehingga untuk tahun anggaran ini, DPUBM akan banyak melakukan perbaikan, baik itu pada beberapa jembatan dan jalan. Dan saat ini pihaknya tengah melakukan persiapan perencanaan pembangunanulang atau rekontruksi ulang pada beberapa jembatan yang kondisinya sekarang ini rusak. Salah satunya adalah Jembatan di Jabung dan Jembatan Kali Putih.

“Untuk pembangunan ulang diperkirakan akan dilakukan pada bulan Juni 2021 mendatang. Dan tidak bisa secepatnya dalam melakukan perbaikan, karena butuh waktu untuk perencanaan, dan lelang atau tender,” jelas Romdhoni.

Sebab, dia melanjutkan, untuk Jembatan Kali Putih yang berbeda di Desa Sidodadi, Kecamatan Gedangan akan kita lakukan pembangunan ulang, karena usia jembatan tersebut cukup tua. Sehingga diperlukan rekontruksi ulang, dan untuk anggarannya kita perkirakan mencapai antara Rp700-800 juta, tentunya perlu proses lelang dulu.

“Kedua jembatan yang ambrol selama ini sebagai penghubung akses antar desa, sehingga dengan rusaknya kedua jembatan itu, maka hal itu telah berdampak terganggunya aktifitas warga,” terangnya.

Dalam kesempatan itu, Romdhoni menambahkan, berdasarkan informasi yang kita dapat bahwa Jembatan Jabung yang kini dalam kondisi rusak, dibangun pada tahun 1939 di masa kolonial Belanda. Karena kondisi bangunan jembatan sudah cukup tua, maka sangat mudah rapuh ketika diguyur hujan terus menerus. Selain jembatan akan kita bangun, dirinya juga akan melakukan penertiban badan sungai dari tanaman kayu yang tumbuh di sekitar jembatan.

“Sebenranya badan sungai tidak boleh ditanami kayu, karena mengganggu arus air sungai, dengan begiti telah merusak bagian pojok plengsengan jembatan. Untuk itu, pihaknya akan membuat air sungai lurus, sehingga jika air sungai naik tidak menabrak plesengan jembatan,” tandas dia. [cyn]

Tags: