Dikepung Sungai, Desa Penambangan Terimbas Banjir di Kabupaten Sidoarjo

Sidoarjo, Bhirawa.
Desa Penambangan, Balongbendo, berubah menjadi sungai. Walaupun tidak ada hujan, genangan air mengalir masuk ke ruang tamu dan dapur warga.

Diduga saluran air depan rumah buntu. Sudah lama tidak ada pengerukan, akibatnya air mampet tidak bisa mengalir ke sungai yang tidak jauh dari desa tersebut. Diperparah dengan pel banjir, jalan raya lebih tinggi dari rumah warga.

Hanif, warga Penambangan, mengeluhkan kondisi ini. Hujan yang turun Minggu kemarin telah menyebabkan banjir yang meluas. “Hujannya cukup lama 30 menit dan cukup lebat. Rupanya itu sudah timbulkan banjir,” ujarnya. Dikuatirkan bila hujan turun lagi maka rumah itu makin terendam air. Saat ini warga sudah menyiapkan diri untuk menghadapi musim hujan.

Musim hujan sudah depan mata. Dan tidak ada lagi cara mengatasi banjir tanpa menormalisasi saluran tepi jalan. Saluran selebar 3 meter itu tidak pernah terjamah normalisasi. Padahal warga sudah meminta Pemkab untuk mengeruk. Gorong gorong saluran itu tertutup kotoran sehingga menyumbat aliran air.

Tokoh masyarakat Balongbendo, Kusman, menyatakan keheranannya atas banjir yang terjadi di desa penambangan. Desa di Utara Jl raya Surabaya – Mojokerto iti diapit sungai. Ada sungai di kiri dan kanan desa. “Dan setahu saya tidak pernah banjir,” ucapnya. Kusman berjanji akan mencari penyebab banjir.

Mantan anggota DPRD Sidoarjo ini menambahkan, sungai kecil itu dari bekas pabrik ratatex sampai pembuangan di kali Mangetan kanal melewati beberapa desa. Memang sudah sangat lama tidak ada pengerukan. (hds)

Tags: