Diknas Mojokerto Bina Kasek Daerah Terpencil

Kantor Diknas Kab MojokertoKab Mojokerto, Bhirawa
Setelah dilakukan pemetaan oleh Dinas Pendidikan (Diknas) ternyata dari 37 SMPN yang ada di wilayah Kab Mojokerto, terdapat delapan SMPN yang masuk kategori minus.
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Kab Mojokerto, Yoko Priono, Jumat (22/11) lalu, kedelapan SMPN ini rata-rata lokasi sekolahnya berada di pinggiran kota yang di daerah itu juga jauh dari tehnologi informasi dan komunikasi, seperti akses internet dan lembaga bimbingan belajar tak ada.
Masalah lain yang sebenarnya penyebab utamanya yang menguatkan SMPN itu menjadi masuk kategori minus diantaranya, Ketuntasan pembelajaran, penyerapan kurikulum rendah. Menyebabkan merosot pada indikator berikutnya seperti nilai ujian semester, ujian sekolah dan ujian nasional.
Lebih lanjut, Yoko merinci soal kemerosotan delapan SMPN yang ada diwilayahnya ini, jika kondisi yang paling mendukung ada dua indikator. Pertama, kualitas guru dan managerial kepalah sekolah yang bersangkutan. Sebab jika managerial Kasek bagus maka ketuntasan pembelajaran bisa selesai dan kualitas guru juga meningkat.
‘’Maka Dinas Pendidikan akan melakukan pembinaan terhdap guru yang bertugas di sekolah yang minus ini. Demikian juga Kaseknya akan dibina dan dievaluasi, jika setelah dibina ada peningkatan kinerja maka akan diberi kesempatan untuk menjabat Kasek, namun jika tidak tentu akan diberikan sanksi seperti pencopotaan,’’ kata Yoko. [min]

Tags: