Dikritik CSR, Dijawab Prestasi

logoBangkalan, Bhirawa
Seringkali dikritik persoalan Cost Social Responsibility (CSR) oleh kalangan DPRD, LSM maupun mahasiswa, tampaknya tidak menyurutkan langkah Pertamina Hulu Energi (PHE)  West Madura Offshore (WMO) untuk konsen membina usaha kecil menengah (UKM) dan pemenuhan fasilitas masyarakat di daerah terdampak.
Beberapa home industri batik tulis di kecamatan Tanjung Bumi, Kabupaten Bangkalan misalnya telah berhasil menggeliatkan usaha jenis ini ke jenjang yang lebih maju lagi. Diakui Hj. Rofiah (42), pemilik butik Syafira, bantuan yang diberikan berupa modal dan bimbingan manajerial oleh PHE WMO sangat bermanfaat. “Kalau dulu untuk membuat batik gentongan, kami seringkali nggak berani memproduksi dalam jumlah yang besar,” jelasnya.
Hal ini dikarenakan untuk produksi 1 (satu) kain batik jenis gentongan ini membutuhkan modal yang cukup besar, di samping pengerjaannya sendiri yang cukup panjang, berkisar 2 (dua) tahun-an.  “Padahal peminat jenis batik ini cukup besar,” akunya. [dit]

Rate this article!
Tags: