Dinas Pendidikan Turunkan Tim Pemantau USBN

Tim pemantau USBN saat melakukan pantauan di SMA Negeri 3 Sidoarjo.

Sidoarjo, Bhirawa
Dinas Pendidikan Propinsi Jawa Timur melalui Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Sidoarjo menurunkan 10 tim pemantau Ujian Sekolah Bebasis Nasional (USBN). Tujuannya, memastikan pelaksanaan Ujian USBN 2019 tingkat SMA/SMK negeri maupun swasta berlangsung aman tanpa kendala sarana prasarananya.
Tim pemantau yang terdiri dari pegawai dinas pendidikan dan pengawas terus berkeliling ke 80 sekolah SMK dan 70 sekolah SMA yang ada di wilayah Sidoarjo. Ka Subag TU Dinas Pendidikan Cabang Wilayah Sidoarjo Dra. Evi Dwi Wijayanti usai memantau USBN di SMA Negeri 3 Sidoarjo dan SMA Cendekia Sidoarjo mengatakan tujuan tim ini diturunkan untuk melihat sejauhmana perlengkapannya yang buat USBN.
Lanjutnya, termasuk juga mengenai SKnya, daftar hadirnya juga tata tertibnya sudah ada apa belum. Tidak kalah pentingnya adalah program kerja sekolah, juga sekolah tersebut apa sudah menyiapkan kriteria kelulusan siswa.
“Hingga hari kedua USBN untuk tingkat SMA dan hari pertama untuk tingkat SMK, di Sidoarjo sudah berjalan aman dan lancar, begitu juga perlengkapan sarana dan prasarannya juga sudah diselesaikan dengan baik,” jelas Evi Dwi Wijayanti.
Hasil pantuan di lapangan, beberapa sekolah yang mempunyai siswa terbanyak dalam mengikuti USBN, baik SMA dan SMK ternyata juga berjalan juga lancar. Seperti yang terpantau di SMK Antartika 2 Buduran yang memiliki 687 siswa bisa melaksanaan dua sesi. Karena pihak sekolah telah memfasilitasi ruang komputer sebanyak 12 raung lab.
“Siswa kami seluruhnya menggunakan komputer, tersedia sebanyak 375 unit tanpa smartphone,” terang Retno Purwo Lystiorini Kasek SMK Antartika 2 Buduran Sidoarjo.
Hal yang sama juga dijelaskan Kepala SMA Muhammadiyah 2 Sidoarjo Wigatiningsih, M.Pd, dalam pelaksanaan USBN yang diikuti oleh 502 siswanya, terdiri dari jurusan MIPA, IPS dan IBB sudah dipersiapkan dengan sangat matang.
“Kami telah menyediakan 7 ruang lab, per ruang ada 35 komputer, sehingga kami bisa melaksanakan ujian dalam dua sesi saja,” jelasnya.
Kepala SMA Negeri 3 Sidoarjo Eko Rejo Sunariyanto, SPd MPd menuturkan kalau pihak sekolahnya sudah mempersiapkannya dengan baik. Jumlah peserta USBN sebanyak 481 siswa, dilakukan dengan dua model pelaksanaan.
“Soal objektif pilihan dikerjakan dengan komputer, dan soal uraian esai dengan kertas. Kegiatan USBN nya dilakukan dalam 3 sesi, setiap sesi ada dua mata ujian,” tuturnya. [ach]

Tags: