Dinas Perhubungan Tulungagung Hentikan Pengadaan PJU Tenaga Surya

Lampu PJU di sepanjang jalan pinggir Kali Ngrowo Kota Tulungagung sebagian menggunakan tenaga surya, Kamis (15/10).

Tulungagung, Bhirawa
Mulai tahun 2020 ini Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Tulungagung tidak lagi melakukan pengadaan lampu penerangan jalan umum (PJU) bertenaga surya. Masalahnya, PJU yang bertenaga matahari itu tidak dapat bertahan lama karena faktor pencurian accu atau baterai yang merupakan sumber aliran listrik PJU tersebut.

Kabid Lalulintas Dishub Kabupaten Tulungagung, Jarmani, Kamis (15/10), mengungkapkan dalam lelang PJU tahun 2020 tidak ada pengadaan lampu bertenaga surya. “Dari lelang PJU senilai Rp 480 juta baru-baru ini, semuanya menggunakan lampu dengan tenaga listrik dari PLN,” ujarnya.

Penghentian pengadaan lampu PJU bertenaga surya, lanjut dia, saat ini dinilai tidak lagi efektif meski secara keseluruhan utamanya dalam biaya perawatan lebih ekoniomis. “Yang menjadi tidak lagi efektif karena rawan pencurian accu-nya. Lihat saja sekarang lampu PJU yang menggunakan tenaga surya semua mati (padam) akibat baterainya sudah hilang,” paparnya.

Jarmani tidak hafal berapa jumlah lampu PJU bertenaga surya di wilayah Kabupaten Tulungagung yang kini sudah tidak berfungsi lagi. Ia hanya menyebut kebanyakan berada di daerah pegunungan dan jauh dari pemukiman penduduk. “Yang banyak di antaranya di daerah Pantai Sine. Di sana banyak yang sudah tidak berfungsi lagi akibat accu-nya sudah hilang,” tuturnya.

Menurut Jarmani, keefektifan lampu PJU tenaga surya akibat baterainya dicuri tersebut hanya berkisar enam bulan saja. Begitu saat ini dipasang, enam bulan berikutnya sudah tidak berfungsi lagi sebab baterainya hilang.

“Karena itu saat ini kami lebih memilih lampu PJU dengan tenaga listrik dari PLN. Pertimbangannya lebih efektif dan aman dari pencurian. Apalagi untuk pengadaan kali ini daerahnya sudah ada aliran listrik PLN,” ucapnya.

Ada pun lima wilayah di Kabupaten Tulungagung yang akan mendapat lampu PJU baru dari anggaran tahun 2020 adalah di Alas Jaten, Balesono, Pasar Hewan Baru, Gempolan dan Sanggrahan.

Menjawab pertanyaan, Jarmani membeberkan baterai lampu PJU bertenaga surya harganya relatif mahal. “Untuk baterai lampu traffic light (lalulintas) saja harganya Rp 400 ribu. Itu kecil. Yang untuk lampu PJU itu lebih besar lagi,” tandasnya.

Karena itu, imbuh dia, pengadaan lampu PJU pada tahun ini lebih condong pada yang bertenaga listrik PLN. “Kalau melakukan pencurian di PJU yang bertenaga listrik PLN tentu akan mikir beberapa kali. Mereka pasti takut tersetrum,” katanya.(wed)

Tags: