Dindik Gelar Tryout USP-BKS

Ety Prawesti

Sekolah Sarankan Sistem Pergantian Mapel Pilihan, Adopsi Sistem UNBK
Surabaya, Bhirawa
Menjelang Ujian Satuan Pendidikan berbasis Komputer dan Smartphone (USP – BKS), Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menggelar tryout untuk jenjang SMA. Kegiatan ini dilakukan untuk mengetahui kekurangan dan kelebihan aplikasi yang digunakan sebagai bentuk persiapan USP – BKS yang akan digelar pada tanggal 2 Maret mendatang untuk jenjang SMA.
Kepala Bidang Pembinaan SMA, Ety Prawesti menuturkan, tryout tahap pertama dilakukan sebagai bentuk persiapan dan latihan soal bagi siswa menghadapi USP – BKS ataupun UNBK. Ini juga sebagai ujicoba kesiapan jaringan komputer di setiap sekolah. Mengingat, sistem USP – BKS yang digunakan Jawa Timur berbeda dengan tahun sebelumnya.
“Ini juga kami manfaatkan untuk pengenalan sistem USP – BKS bagi proktor, teknisi dan peserta didik. Karena aplikasi ini lebih mudah dan hasil siswa juga langsung dikirim ke server Dindik Jatim,” jelas ditemui usai peninjauan pelaksanaan USP-BKS di SMAN 9 Surabaya, Senin (3/2).
Selain pengenalan sistem USP-BKS, Ety menambahkan, kegiatan ini juga untuk uji coba model soal yang telah dibuat Tim Musyawarah Guru Mata Pelajaran (Mapel) Provinsi. Ada dua paket dalam satu kelas. Di mana, setiap paket terdapat 30 model soal.
“Kam buat memang tidak ada yang sama. Dari hasil tinjauan ke sekolah – sekolah kami berkomunikasi untuk contekan dari satu siswa ke siswa lain cukup sulit dan menghabiskan waktu ujian,” terangnya.
Salah satu bentuk kesiapan USP – BKS juga diperlihatkan SMAN 9 Surabaya. Bahkan ini tahun kedua mereka menggunakan smartphone untuk pelaksanaan ujian.
Kepala SMAN 9 Surabaya, Mochammad Shadali mengungkapkan, pihaknya sudah 100% penggunaan smartphone sejak tahun lalu. Selain karena keterbatasan komputer, penggunaan smartphone dinilai juga menghemat sesi dalam ujian. Kendati begitu, pihaknya sempat menemui kendala di hari pertama tryout USP – BKS. Salah satunya, data pergantian Mapel pilihan.
“Kendala kami di pergantian Mapel. Karena kadang para siswa salah masuk Mapel. Ada yang tiba – tiba langsung terpilih Mapel pilihan padahal mereka tidak memilih Mapel itu. Jadi kami ya harus mengeluarkan (aplikasi) secara manual,” paparnya.
Meskipun tak berpengaruh di waktu ujian, Shadeli menyarankan, agar aplikasi USP – BKS bisa mengadopsi sistem UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Mengingat untuk Mapel pilihan sudah disetting di awal. Kendala lain, yakni penggunaan smartphone iphone tidak bisa mensupport sistem USP – BKS. Sehingga, beberapa siswa yang menggunakan smartphone merek itu harus diganti dengan smartphone yang lain.
“Kami menemui beberapa kendala untuk smartphone iphone. Mungkin spesifikasi iphone tidak bisa support aplikasi ini. Ada juga yang memaksa menggunakan iphone tapi terkadang jaringannya muncul dan tidak,” tandasnya.
Perlu diketahui, untuk pelaksanaan USP-BKS di tahun 2020, akan diikuti sebanyak 1.535 lembaga SMA se luruh Jawa Timur, dengan 160 ribu siswa. [ina]

Rate this article!
Tags: