Dindik Jatim Buka Bursa Kerja Khusus SMK

13-web-SMKSelaraskan Tamatan SMK dengan Kebutuhan DUDI
Pemprov, Bhirawa
Upaya Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim menyelaraskan dunia pendidikan kejuruan dengan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI) kian intensif. Salah satu langkah yang diambil ialah dengan membuka Forum Bursa Kerja Khusus (FBKK) lulusan SMK di Jatim.
FBKK SMK Jatim diyakini akan menjadi peluang baru bagi tamatan pendidikan kejuruan yang ingin langsung bekerja maupun membuka usaha baru. Kepala Dindik Jatim Dr Harun Msi menyatakan, sudah menjadi keniscayaan bahwa persaingan dunia kerja akhir-akhir ini semakin ketat. Hal ini kemudian disusul dengan kehadiran ASEAN Free Trade Area (AFTA) dan ASEAN Economic Community (AEC) 2015. Dengan demikian, daya saing dan jejaring antara dunia pendidikan, khususnya SMK mau tidak mau harus diselaraskan dengan DUDI.
“Dalam BKK ini kami buat forum yang terorganisir untuk memfasilitasi para lulusan SMK mengakses seluas-luasnya peluang masuk ke DUDI. Salah satu yang sudah terealisasi adalah lahirnya website BKK,” tutur Harun usai melaunching website www.forumbkkjatim.com di Kantor Dindik Jatim, Jl Gentengkali 33 Surabaya, Senin (12/5).
Melalui Forum BKK (FBKK) Jatim ini, Harun optimis lulusan SMK akan semakin banyak diserap oleh DUDI.  Sebab, di sini informasi lowongan kerja semakin terbuka luas. Selain itu, kesempatan untuk memasarkan produk-produk SMK ke ritel besar juga akan terjembatani.
Kabid Pendidikan Menengah Kejuruan (Dikmenjur) dan Perguruan Tinggi (Perti) Dindik Jatim Drs Hudiyono MSi menambahkan, telah ada 100 pengusaha yang siap bekerjasama untuk mendukung langkah ini. Sementara SMK di Jatim yang telah bergabung dalam forum ini baru 65 lembaga. “Ini adalah permulaan. Jatim memiliki 1.640 SMK yang secara bertahap akan kita ajak masuk dalam FBKK ini,” ungkap Hudiyono.
Hudiyono mengatakan, tahun ini diperkirakan akan lahir 187 ribu lulusan SMK yang akan mencari lapangan pekerjaan. Melihat fakta ini, Dindik tak bisa tinggal diam. Karena itulah FBKK Jatim dibentuk untuk memfasilitasi mereka.
“Di Jatim, terdapat 91 jenis kompetensi SMK yang telah diselaraskan dengan kebutuhan DUDI. Dari 65 SMK yang bergabung, sekitar 6.000 calon lulusan akan difasilitasi masa depannya pasca sekolah. Baik dalam mencari pekerjaan, maupun membuka usaha ,” ungkap dia.
Hudiyono berharap, langkah awal ini dapat disambut baik oleh seluruh masyarakat SMK di Jatim. Karena berbagai manfaat dapat diperoleh dari FBKK ini. Selain informasi peluang kerja, berbagai pelatihan berbasis kompetensi juga digelar. Selain itu, FBKK yang terbentuk di berbagai daerah juga semakin memudahkan dalam jejaring lowongan kerja.
Wakil Ketua FBKK Jatim, M Lukman Hakim menyatakan keberadaan forum ini juga sekaligus untuk menepis adanya calo lowongan kerja. Selama ini, jika seseorang yang membutuhkan kerja harus membayar lebih dulu, maka di sini lulusan tak perlu mengeluarkan kocek sepeserpun untuk mendapat kerja.
“Kami ingin menepis sentimen terhadap calo pencari kerja. Karena di sini, antara pengusaha dengan SMK saling bersinergi. Perusahaan membutuhkan tenaga yang kompeten, sedangkan lulusan SMK membutuhkan peluang kerja,” ungkap dia.
Salah seorang perwakilan FBKK Jatim dari PT Anugerah Efrata, Tjatur Djudi mengatakan, tidak hanya peluang kerja, peluang untuk memasarkan produk SMK dinyatakannya sangat besar. Sejauh ini dia telah memfasilitasi beberapa Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk masuk ke pasar ritel besar. “Kami telah menggandeng peritel besar seperti Alfamart dan Giant. Sekarang giliran SMK yang harus tampil,” tutur Tjatur.
Meski peluang besar, Tjatur tetap akan mengontrol apakah kualitas produk SMK telah siap dipasarkan secara luas. Terlebih dalam memenuhi order dari pasar. “Jadi harus disiapkan betul kualitas dan keberlanjutannya dalam memenuhi kebutuhan pasar. Jika tidak, ya jangan dulu,” ungkap dia.

Kepala Dindik Jatim Dr Harun MSi
Ingin Cepat Kerja, Masuk SMK
Pendidikan kejuruan di Jatim benar-benar mendapat perhatian khusus. Sebab, SMK menjadi salah satu harapan di mana angka pengangguran dapat diminimalisir sekecil dan sedini mungkin. Karena itu, Kepala Dindik Jatim, Dr Harun MSi menegaskan kepada siswa lulusan SMP/MTs sederajat, jika ingin cepat mendapat kerja, maka mendaftarlah di SMK.
“Kalau mau cepat dapat kerja, ya masuk SMK,” tegas Harun.
Dalam pendidikan SMK, Harun mengatakan, siswa akan memiliki kompetensi dan daya saing yang sesuai dengan kebutuhan DUDI. “Apalagi saat ini setelah FBKK dibentuk, peluang kerja itu semakin terbuka lebar-lebar,” ungkap Harun.

Kabid Dikmenjur dan Perti Drs Hudiyono MSi
Keseimbangan Kualitas dan Kuantitas SMK
Berbagai strategi telah disiapkan oleh Dindik Jatim untuk mempersiapkan lulusan yang kompeten dan siap kerja. Kabid Dikmenjur Dindik Jatim, Drs Hudiyono Msi mengatakan, sesuai amanah Gubernur Jatim Soekarwo, pendidikan kejuruan akan terus dikembangkan baik dari sisi kualitas maupun kuantitas. Hudiyono menyebutkan, strategi yang disiapkan, pertama terkait peningkatan kompetensi siswa. Dalam hal ini, SMK yang minim kompetensi diberi program pemaganggan bagi siswa dan gurunya. Sehingga, mereka bisa memahami teknologi terbaru yang difasilitasi Dispendik Jatim.
Kedua, mengenai penyelarasan kurikulum pendidikan dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI). SMK akan didorong melakukan kerja sama dengan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Bahkan, SMKN 1 Sooko, Kabupaten Mojokerto, berhasil melakukan perjanjian kerjasama atau Memorandum of Agreement (MOA) dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Asprindo).
“Dispendik Jatim juga akan menguatkan jejaring dengan meningkatkan Bursa Kerja Khusus (BKK) bagi siswa lulusan SMK,” kata Hudiyono.
Strategi ketiga, dengan menumbuhkan jiwa kewirausahaan (entrepreneur). Sekolah maupun siswa dilatih membentuk networking dan dicarikan solusi dalam memasarkan produk-produk SMK. Yang terakhir, lanjut Hudiyono, memperluas akses pendidikan ke SMK dengan mendirikan 200 SMK mini di pondok pesantren. Pendirian ini dilakukan merata di 38 kabupaten/kota yang ada sesuai potensi masing-masing daerah. [tam]

Tags: