Dindik Larang Anggaran UN Digunakan LPMP

30-distribusi-Naskah-UN-SMP21 Truk Naskah UN SMP Jatim Didistribusikan
Dindik Jatim, Bhirawa
Kehadiran Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) sebagai pengawas Ujian Nasional (UN) jenjang SMP, SMPLB, MTs dan Paket B masih menjadi persoalan. Dinas Pendidikan (Dindik) Jatim bahkan mewanti-wanti daerah agar tidak menggunakan anggaran UN untuk membiayai operasional pengawasan LPMP.
Kepala Dindik Jatim Dr Harun MSi menegaskan, dalam Prosedur Operasional Standar (POS) UN, tidak ada item yang menerangkan untuk pengawasan LPMP. Dengan demikian, anggaran UN baik di daerah maupun provinsi tidak boleh digunakan untuk pengawasan LPMP. Tahun ini biaya untuk UN SMP di Jatim telah dianggarkan oleh pusat sebesar Rp 19 miliar dengan jumlah peserta sebanyak 563.347  siswa. Rinciannya, kategori SMP/MTs berjumlah 541.007 siswa, Paket B/Wustha 22.066 siswa, dan SMPLB sebanyak 274 siswa
“Itemnya tidak ada dalam POS. Kalau ada daerah yang berani menggunakan untuk hal tersebut, tentu saja penggunaannya salah,” ungkap Harun usai melepas pendistribusian naskah UN jenjang SMP, SMPLB, MTs dan Paket B di PT Jasuindo Tiga Perkasa Sidoarjo, Selasa (29/4).
Dalam kesempatan tersebut, Harun mengaku telah menuntaskan seluruh rangkaian persiapan UN SMP. Di antaranya ialah pendistribusian naskah soal tahap pertama untuk 21 kabupaten/kota di Jatim. Daerah-daerah tersebut antara lain, Kabupaten Tulungagung, Jember, Banyuwangi, Trenggalek, Bondowoso, Sumenep, Situbondo, Magetan, Lumajang, Ponorogo, Pacitan, Sampang, Pamekasan, Tuban, Ngawi, Bojonegoro, Lamongan, Kabupaten/Kota Madiun, dan Kabupaten/Kota Probolinggo.
“Pagi ini (kemarin) yang dikirim naskah soal untuk 21 kabupaten/kota. Sementara 17 kabupaten/kota lainnya akan kita kirim besok (hari ini),” kata Harun.
Harun menjelaskan, total naskah soal yang dikirim untuk 38 kabupaten/kota sebanyak 10.694 boks. Secara rinci, pada tahap pertama ini lebih dulu dikirim sebanyak 5.864 boks naskah soal. Sementara sisahnya sebanyak 4.830 boks dikirim hari ini. “Dengan dikirimnya naskah ini, tandanya persiapan untuk pelaksanaan ujian SMP sudah selesai. Tinggal kita menunggu pelaksanaannya saja pada 5 Mei mendatang,” tegasnya.
Dia berharap, naskah yang dikirim sampai dalam waktu satu hari. Selanjutnya naskah bisa disimpan di masing-masing Polres untuk dicek ulang pada Minggu (4/5) mendatang. Keesokan harinya ketika UN berlangsung, Senin (5/5), naskah baru dikirim ke satuan pendidikan.
Alumnus Lemhanas 2008 ini kembali menegaskan, siswa jangan percaya terhadap isu-isu adanya jawaban soal UN. Apalagi, jawaban UN yang beredar selama ini dianggap tidak benar.  “Persiapan UN di Jatim sudah baik. Orangtua murid dan siswa jangan pernah percaya isu jawaban UN. Siswa silakan belajar dengan tenang agar lebih percaya diri saat UN SMP berlangsung,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala LPMP Jatim Salamun ketika dikonfirmasi menyatakan, anggaran untuk pengawasan LPMP ke 38 kabupaten/kota telah menempel di Dindik Jatim. Dengan demikian, meskipun di daerah tidak ada anggaran, pengawasan tetap akan berlangsung. Padahal sebelumnya, Salamun sempat mengatakan bahwa anggaran pengawasan UN SMP yang dikoordinir instansinya itu akan ikut anggaran Dindik kabupaten/kota.
“Kami akan menerjunkan sebanyak 114 pengawas untuk UN SMP, MTS, SMPLB dan Paket B di Jatim. Mereka akan disebar di 38 kabupaten/kota se-Jatim. Pengawas LPMP ini nantinya akan bergabung dengan pengawas guru yang disediakan Dindik di kabupaten/kota,” ungkap dia. [tam]

UN SMP di Jatim
Alokasi anggaran    : Rp 19 miliar
Pelaksanaan      : 5 -8 Mei 2014
                                  12-16 Mei 2014 (Susulan)
Jumlah peserta      : 563.347 siswa
Rincian peserta      : Kategori SMP/MTs berjumlah 541.007 siswa
  Paket B/Wustha 22.066 siswa
  SMPLB sebanyak 274 siswa

Sumber : Dindik Jatim

Tags: