Dinkes Imbau Warga Bojonegoro Tetap Waspadai DBD di Musim Penghujan

Wheny Dyah Prajanti

Bojonegoro,Bhirawa
Meski penderita penyakit Demam Berdarah (DBD) untuk Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2020 ini mengalami penurunan dari pada tahun sebelumnya.
Berdasarkan data yang dihimpun dari Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro menyebutkan, terhitung sejak Januari hingga Oktober tahun 2020 ini pasien terserang penyakit DBD mencapai 71 kasus. Satu kasus di antaranya meninggal dunia.

Pada 2019 lalu, hingga Bulan Oktober jumlah penderita DBD mencapai 200 orang, sementara yang meninggal mencapai 6 orang.

“ Meski begitu, kita akan terus mendorong masyarakat agar melakukan pencegahan sedini mungkin. Apalagi, saat ini sudah memasuki musim hujan yang berdampak terhadap banyak genangan air dan bisa menjadi sarang nyamuk,” ujar Kepala Bidang (Kabid) P2P Dinkes Bojonegoro, Wheny Dyah Prajanti, kemarin (26/10).

Ia juga belum bisa memastikan apakah nantinya grafik tersebut akan mengalami penurunan, bahkan mengalami kenaikan. Sebab, kemungkinan juga ada yang masih belum terdata lantaran saat ini Dinas Kesehatan masih fokus terhadap penangan Virus Corona.

Pihaknya juga mengajak masyarakat Bojonegoro untuk ikut berperan aktif menjaga kebersihan lingkungan dan senantiasa menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) agar terhindar dari berbagai penyakit.

“Yang paling berperan dalam menurunkan epidemi adalah kekebalan tubuh. Ketika jumlah kasus infeksi baru lebih sedikit dibandingkan kasus sembuh, itulah kondisi efektif untuk menurunkan angka kasus infeksi BDB,” kata dr Wheny.

Pihaknya mengajak masyarakat pemberantasan sarang nyamuk Aedes Aygpti. Seperti melalui gerakan 3M, yakni menguras dan membersihkan tempat penampungan air seperti bak mandi, vas bunga, kolam, genangan air. Kemudian menutup rapat tempat penampungan air seperti gentong, drum dan bila perlu ember diletakkan dalam posisi terbalik (tengkurap). [bas]

Tags: