Dinkes Jatim Lepas Gowes Surabaya-Jakarta

3-sepeda.dnaSurabaya, Bhirawa
Memperingati Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-50, Dinkes Jatim melepas 40 Gowes Sewasuta (Selatan, Jawa Surabaya Jakarta) dari unsur Dinkes dan SKPD Lumajang. Kegiatan bersepeda ini juga sebagai promosi tindakan preventif dalam dunia kesehatan.
Kemarin (5/11) empat puluh orang yang terdiri dari 10 dokter dan 30 karyawan memulai start dari Kantor Dinkes Jatim menuju ke Jakarta dengan  bersepada. Dalam Gowes Sewasuta peserta akan melakukan 12 titik pemberentian atau estape yaitu di Ngajuk, Sragen, Jogja, Kebumen, Banyumas, Ciamis, Garut, Bandung, Cianjur, Bogor, Jakarta dan Monas.
”Dari 40 orang ini nanti yang sampai ke Jakarta hanya 17 orang (10 dokter dan 7 pegawai SKPD Lumanjang, red) sedangkan sisanya 23 orang akan berhenti di Mojokerto,” ujar Kepala Dinkes Jatim, dr Harsono.
Harsono menyatakan, rencananya 17 orang Gowes Sewasuta akan tiba di Jakarta pada tanggal 12 November 2014 dan diterima langsung oleh  Menkes. Sepuluh dokter ini akan dijadikan Dinkes Jatim sebagai media promotif dan preventif kepada masyarakat luas.
”Kita berharap dengan promosi dan preventif kesehatan masyarakat Jatim dapat terjaga. Dengan melakukan gowes Surabaya-Jakarta secara tidak langsung akan menarik minat masyarakat untuk dapat berperilaku sehat ,” ucapnya.
Harsono mengatakan, saat ini banyak penularan penyakit yang menjangkiti masyarakat sehingga upaya preventif atau pencegahan mutlak dilakukan. Menurutnya, dengan memaksimalkan upaya preventif akan mengurangi upaya kuratif atau pengobatan. ”Lebih baik kita melakukan pencegahan daripada harus mengobati,” jelasnya.
Dikatakannya, sebagai instansi pemerintah Dinkes Jatim mempunyai tugas dan kewajiban dalam meningkatkan kesehatan masyarakat. Dinkes akan melakukan upaya promosi (Sosialisasi, seminar dan sejenisnya, red) dan pencegahan (Membudayakan perilaku hidup sehat, red) kepada masyarakat. Selain itu Dinkes akan melakukan upaya pengobatan jika masyarakat terserang penyakit.
”Kita tetap melakukan upaya kuratif, meski upaya promotit dan prefentif diterapkan oleh masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu menanggapi pernyataan di atas Ari warga Surabaya mengaku, mendukung upaya Dinkes dalam mengalakkan program promosi dan preventif ke masyarakat luas. Saat ini masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan informasi lengkap tentang kebiasaan hidup sehat. Jika dilihat saat ini masih banyak masyarakat yang engan dalam menerapkan hidup sehat seperti merokok dan membuang sampah sembarangan.
”Ke depan saya berharap program promotif dan preventif ini tidak berhenti di masyarakat perkotaan saja melainkan daerah pedesaan dan terpencil juga menjada target sasaran,” harapnya. [dna]

Keterangan Foto: Peserta Gowes Sewasuta siap melakukan perjalan dari Surabaya menuju Jakarta.

Tags: