Dinkes Kabupaten Nganjuk Observasi TKW Asal Ngronggot Selama 14 Hari

Fathu Khoiruyana menjalani observasi selama 14 hari oleh tim Dinas Kesehatan Pemkab Nganjuk.

(Pulang dari Hongkong)
Nganjuk, Bhirawa
Tenaga kerja wanita (TKW), Fathu Khoiruyana (31) harus menjalani masa observasi hingga 14 hari oleh tim Dinas Kesehatan Pemkab Nganjuk. Perempuan asal Desa Kelutan Kecamatan Ngronggot dicurigai terjangkit virus corona sepulang dari Hongkong.
Fathu Khoiruyana yang biasa dipanggil Yana menuturkan bahwa sejak tiba di rumahnya, Senin (10/2) petang lalu ini, harus selalu mengenakan masker atas perintah tim medis. Awalnya, pada 25 Januari 2020 lalu, Yana bersama majikannya sekeluarga bepergian ke China dari Hongkong untuk merayakan Imlek. Setelah tiga hari di China, tepatnya tanggal 27 Januari lalu, Yana bersama majikannya sekeluarga kembali ke Hongkong.
Sehari setelah pulang dari China, Yana mengalami sesak nafas, panas, nyeri dada, batuk, dan pilek. Kondisi yang dialaminya Yana berlangsung hingga satu minggu atau tanggal 04 Februari 2020 dan tidak dilaporkan ke majikannya. ” Sebelumnya selama tiga hari berada di China sama majikan dan keluarganya untuk merayakan Imlek,” ujar Yana saat ditemui di rumahnya.
Puncaknya, pada 05 Februari, Yana mengalami sesak dan nyeri dada hingga tembus punggung. Setelah memberanikan diri melapor ke majikan, akhirnya dia dibawa ke dokter untuk periksa. Saat tiba di dokter pertama, dia ditolak untuk diperiksa karena ada riwayat habis bepergian dari China.
Di dokter kedua, Yana tidak memberi tahu bahwa dirinya baru saja pulang dari China. Sehingga dia diperiksa, dan hasil diagnosa dinyatakan maag. Dia kemudian disuruh minum obat yang diberikan sang dokter. “Saya juga kaget dan baru tahu kalau saya maag. Padahal sebelumnya tidak pernah saat periksa ke dokter dibilang maag,” kata Yana.
Namun hingga tanggal 08 Februari, kondisi kesehatan Yana tetap saja tidak segera membaik. Sehingga oleh majikannya diapun akhirnya diperiksakan ke rumah sakit. Pasca periksa dari rumah sakit itulah sang majikan langsung mengantarkan Yana pulang ke agen TKI. Sehari kemudian, dia dipulangkan ke Indonesia.
“Dari rumah sakit, saya dijemput ambulance setelah majikan telpon rumah sakit. Setelah diperiksa di rumah sakit, saya dijemput majikan, dan ternyata dianter ke agen (TKI). Katanya majikan takut saya sudah terkena virus, sehingga tidak dipulangkan ke rumahnya, tapi ke agen,” jelas Yana.
Sementara itu Dinas Kesehatan Pemkab Nganjuk melalui dr Lilik Ishariati, Kepala Puskesmas Ngronggot mengatakan jika Yana harus menjalani cek kesehatan di Puskesmas Ngronggot. Hasil sementara pemeriksaan, kondisi kesehatan Yana dinyatakan normal. Meski demikian, Yana harus menjalani proses observasi hingga tanggal 23 Februari 2020 mendatang, dan setiap dua hari sekali Yana akan dicek kesehatannya oleh tim medis Dinkes Nganjuk.
“Sudah kita cek kondisi kesehatannya dan masih normal. Tapi tetap kita pantau sampai tanggal 23 Februari nanti,” ungkap Lilik Ishariati.
Pihak tim medis juga menegaskan, apabila hingga tanggal 23 Februari, kondisi kesehatan Yana tetap baik, maka akan diperbolehkan melepas masker dan berinteraksi normal dengan orang lain. Sementara untuk saat ini, Yana masih diminta untuk lebih berhati-hati saat berinteraksi dengan orang lain termasuk keluarganya. “Sejak tiba di rumahnya, pada Senin (10/2) petang lalu, Yana ini harus selalu mengenakan masker dan selalu dalam pengawasan tim medis,” pungkas Lilik Ishariati.(ris)

Tags: