Dinkes Kota Mojokerto Sidak Pasar Tradisional

OLYMPUS DIGITAL CAMERAKota Mojokerto, Bhirawa
Dinas Kesehatan Kota Mojokeerto menghimbau masyarakat agar lebih jeli jika memilih makanan dan minuman di pasar. Pasalnya, dalam Sidak yang digelar, Selasa (20/1) kemarin tak sedikit Tim Dinas Kesehatan menemukan makanan dan minuman yang mengandung bahan berbahaya. Sidak juga diikuti aparat kepolisian, Disperindag, Disperta, Bagian Hukum  dan sejumlah instansi terkait.
”Kami menemukan makanan yang kita curigai mengandung bahan berbahaya seperti formalin, borax dan pewarna tekstil, makanya kami membawa Mamin diduga berbahaya itu untuk diuji di laboratorium,” ujar Kasi Farmasi Makanan dan Minuman Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, usai Sidak gabungan di Pasar Tanjung Anyar, kemarin.
Makanan yang dicurigai mengandung formalin diantaranya mie basah, tahu kuning serta ikan asin. Sedangkan makanan yang dicurigai mengandung pewarna tekstil seperti kerecek kerupuk dan kerupuk. ”Kerupuk dan kerecek kerupuk yang mengandung formalin itu warnanya merah menyala. Dan warnanya tak merata. Itu kita curigai mengandung bahan berbahaya,” tambahnya.
Sementara produk yang dicurigai mengandung borax yakni bleng alias obat puli yang banyak dijual dalam bentuk kemasan berbagai ukuran. Semua barang dagangan yang diduga berbahaya kita bawa untuk diujikan. Apalagi produk itu tak dilengkapi izin edar maupun PIRT (Produksi Industri Rumah Tangga). ”Makanan yang dikonsumsi tak Boleh mengandung borax dan dilarang beredar karena itu bukan termasuk bahan tambahan makanan. Jadi berbahaya jika digunakan,” imbuhnya lagi.
Produk-produk yang dicurigai diatas diambil sampelnya untuk diujikan laboratorium. Jika memang hasilnya positif mengandung borax, formalin ataupun pewarna tekstil, maka pihak Dinkes akan menarik produk-produk itu.
”Untuk produk yang tidak dilengkapi izin edar dan tak mencantumkan nomor registrasi atau PIRT untuk home industri, langsung kita tarik karena produk semacam itu tak boleh beredar,” ungkapnya.
Diantara produknya ada yang berupa kerecek kerupuk puli. Produk itu tidak dilengkapi dengan alamat produksi maupun PIRT dan masa kedaluarsa. Demikian pula produk lainnya seperti kerupuk, nuget dan sosis yang dijual curah.
”Kami bakal menggelar Sidak semacam ini rutin untuk mewujudkan pasar sehat yang bebas bahan-bahan berbahaya,” paparnya.n [kar]

Keterangan Foto : Tim Sidak Mamin Dinas Kesehatan Kota Mojokerto saat memeriksa makanan di Pasar Tanjung Anyar, Selasa (20/5) kemarin. [kariyadi/bhirawa]

Tags: