Dinkes Sisir Sekolah Gelar Imunisasi Diftery

Petugas Dinkes Kota Mojokerto melakukan imunisasi diftery siswi SMAN 1 Kota Mojokerto, Rabu (16/4) kemarin.n kariyadi/bhirawa

Petugas Dinkes Kota Mojokerto melakukan imunisasi diftery siswi SMAN 1 Kota Mojokerto, Rabu (16/4) kemarin.n kariyadi/bhirawa

Kota Mojokerto, Bhirawa
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Mojokerto kembali menggelar imunisasi massal difftery. Kali ini sasarannya siswa di sejumlah sekolah di Kota Mojokerto. Agar maksimal. tim imunissi  Dinkes menyisir siswa di SMAN 1 Kota Mojokerto, Rabu (16/4) kemarin.
Selain karena Kota Mojokerto merupakan satu dari 19 daerah di Jatim yang terkategori suspect diftery, juga ditemukan kasus siswa terserang penyakit menular itu. Puluhan tenaga medis dikerahkan
untuk  imunisasi massal yang diawali di SMAN 1 Kota Mojokerto. Di sekolah yang terletak di Jl Irian Jaya, Gatoel, Kota Mojokerto tersebu petugas melakukan suntik diftery terhadap 359 siswa kelas XII ujian nasional (UN) hari terakhir.
”Karena hari ini masih pelaksanaan UN, maka sasaran imunisasi diftery hanya kelas XII. Untuk kelas X dan XI kita komunikasikan dan agendakan lagi dengan Dinas Kesehatan,” kata Kepala SMAN 1 Kota Mojokerto, Hariono.
Pihaknya menyambut baik langkah jemput bola Dinkes untuk menangkal diftery. ”Harapan kami, dengan imunisasi massal diftery di sekolah, maka kekhawatiran siswa kami tersuspect diftery pupus,” ujar Hariono.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Mojokerto, Cristiana Indah Wahyu mengatakan, imunisasi diftery dengan sasaran semua siswa sekolah agar tak ada anak usia sekolah yang terserang  penyakit menular yang disebabkan oleh sejenis bakteri patogen yakni bakteri bassilus klebs-loffer itu.
”Imunisasi difteri kami gelar lagi sebagai langkah preventif menghadapi musim pancaroba. Pelajaran jadi sasaran karena aktivitas mereka dan tingkat kerentanan terhadap difteri,” kata Kepala Cristiana Indah Wahyu.
Menurut Indah, sapaan Cristiana Indah Wahyu, deteksi pihaknya menyebutkan, dari beberapa warga Kota Mojokerto yang tersuspect diftery, diantaranya berstatus pelajar. ”Meskipun Belum positif diftery, tapi tindakan preventif harus dilakukan. Seperti halnya terhadap pelajar yang banyak beraktivitas di luar rumah,” ujar Indah. [kar]

Tags: