Dinsos Jatim Tegaskan COTA Jangan Telantarkan Anak Kedua Kali

Istri Plt Dinsos Jatim Suban Wahyudioni sedang menyerahkan anak asuh kepada para calon orangtua. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Dinas Sosial Provinsi Jatim menegaskan kepada para COTA (calon orang tua asuh), agar jangan menelantarkan CAA (calon anak asuh) untuk yang kedua kalinya. Karena anak-anak membutuhkan kehidupan yang layak seperti seperti pada umumnya, juga butuh kehidupan sebagaimana mestinya.
Pernyataan itu disampaikan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Sosial Provinsi Jatim, Suban Wahyudiono ST MM yang didampingi Kepala UPT PPSAB (Perlindungan dan Pelayanan Sosial Asuhan Balita) Provinsi Jatim Dra Dwi Antini Sunarsih MSi, saat menyerahkan 14 CAA kepada para COTA melalui UPT PPSAB Provinsi Jatim, di Jl Monginsidi Sidoarjo, Kamis (28/11).
Disamping itu, Suban juga menegaskan, bahwa mereka tidak langsung mengadopsi anak ini secara sah. Namun, harus dipantau dan evaluasi selama enam bulan terlebih dahulu, jika dalam waktu yang telah ditentukan tersebut tidak ada masalah, alias anak-anak ini dipelihara dengan baik kesejahteraannya, mulai dari kesehatannya ataupun pendidikannya.
“Maka, mereka para orang tua asuh tersebut baru mendapatkan surat resmi yang sah dari pengadilan. Walaupun mengadopsi, tetapi kami tetap harus hati-hati dalam melapas anak-anak ini. Jangan sampai terlantar untuk yang kedua kalinya,” jelas Suban.
Sementara itu, Kepala UPT PPSAB Provinsi Jatim, Dwi Antini Sunarsih menambahkan, anak-anak telah dirawat dengan baik, diasuh sebagaimana mestinya. Jadi sebelum dilepas, kondisi anak-anak ini juga dikontrol kesehatannya, bila tidak ada masalah, baru bisa diserahkan kepada para orang tua asuh.
“Sedangkan untuk pendidikannya, kami telah bekerjasama dengan psikolog, dengan sekolah berkebutuhan khusus. Jadi anak-anak kami sekolahnya di luar, agar anak-anak percaya dirinya juga bisa tumbuh lebih baik, karena mereka berkumpul bersama-sama dengan anak-anak dari luar PPSAB,” jelas Dwi Antini.
Terpisah, salah seorang calon orang tua asuh Nugroho asal Malang mengaku sangat senang sekali bisa mendapatkan momongan dari Dinsos Jatim. Dirinya melakukan proses ini sekitar satu tahun, mulai melihat dan tertarik kepada salah satu anak bernama Bayu Putra Ramadhani usia satu tahun ini.
“Hampir tiap minggu kami ngapeli ke sini. Waduh senangnya luar biasa tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata,” ungkap Nugroho yang 18 usia pernikahannya belum mendapatkan amanah momongan. [ach]

Tags: