Dinsos Kabupaten Probolinggo Distribusikan Dana JPS Secara Bertahap

Kepala Dinsos Ahmad Arif serahkan bantuan sosial.[wiwit agus pribadi/bhirawa]

Bansos Tahap Dua Berupa Beras, di Kota Probolinggo Jumlah Ditambah
Probolinggo, Bhirawa
Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Probolinggo secara bertahap mulai mendistribusikan bantuan dana Jaring Pengaman Sosial (JPS) berupa paket sembako untuk seluruh desa dan kelurahan terdampak pandemi Covid-19 pada 24 wilayah kecamatan se-Kabupaten Probolinggo. Bansos tahap dua berupa beras, di kota Probolinggo jumlah ditambah.
Rencananya bantuan dana JPS yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Timur ini akan dilaksanakan selama tiga tahap atau tiga bulan ke depan dan diwujudkan berupa paket sembako yang terdiri dari beras 10 kilogram, minyak goreng, telor, sarden, mie instan dan gula.
Untuk meninjau sejauh mana proses pelaksanaan penyalurannya, tim monitoring Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur bersama Dinsos Provinsi Jawa Timur melakukan peninjauan secara langsung pada salah satu proses penyalurannya di Pendopo Kecamatan Kraksaan, Rabu 24/6/2020 siang.
Kehadiran tim monitoring Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur ini didampingi langsung oleh Asisten Pemerintahan dan Kesra Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Tutug Edi Utomo, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kabupaten Probolinggo Mahbub Zunaidi serta Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Achmad Arif.
Anggota Komisi E DPRD Provinsi Jawa Timur HM Hasan Irsyad menerangkan, bantuan dana JPS kali ini menyusuli bantuan sebelumnya dari Pemprov Jawa Timur yang sebelumnya sudah disalurkan berupa Top Up BPMT untuk warga masyarakat pada 5 Kelurahan di Kabupaten Probolinggo.
Untuk Kabupaten Probolinggo kata Hasan Irsyad, alokasi bantuan dana JPS berupa 10 ribu paket sembako kali ini senilai hampir Rp 2 miliar. Kesemuanya itu dilimpahkan kepada Dinsos Kabupaten Probolinggo untuk disalurkan kepada keluarga terdampak Covid-19 di semua kelurahan dan desa, terutama bagi keluarga pra sejahtera yang belum tercover bantuan sosial.
“Mudah-mudahan bantuan ini betul-betul tersalurkan secara tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan, sehingga sedikit banyak dapat mengurangi beban hidup yang dirasakan warga masyarakat selama pandemi COVID-19. Mudah-mudahan wabah ini segera diangkat oleh Allah SWT,” tandasnya.
Kepala Dinsos Kabupaten Probolinggo Ahmad Arif melalui Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Ofie Agustin mengatakan, pendistribusian bantuan JPS telah dimulai sejak Senin 22/6/2020 pada 3 kecamatan, salah satunya Kecamatan Pajarakan. Khusus untuk hari ini, pendistribusiannya pada tiga wilayah kecamatan, yakni Kraksaan, Besuk dan Krejengan.
Lebih lanjut mantan Kabid Infokom Publik pada Diskominfo Kabupaten Probolinggo ini menjelaskan paket sembako yang dibagikan pada warga terdampak Covid-19 tersebut senilai Rp 200 ribu. Untuk proses dan teknis pendistribusiannya, pada tahap pertama ini akan dilaksanakan secara bertahap selama sepekan kedepan.
“Yang pasti untuk tekhnisnya kami kirim pada setiap kecamatan. Untuk selanjutnya bagaimana kebijakan masing-masing pemerintah kecamatan untuk kemudian menyalurkannya secara tepat sasaran kepada masing-masing keluarga penerima manfaat,” tuturnya.
Bantuan sosial (bansos) tahap dua untuk bulan Juni mulai didistribusikan di Kota Probolinggo. Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan , dan Perlindungan Anak (DSP3A) Kota Probolinggo memastikan, penyaluran bansos dimulai Rabu ini 24/6.
Hari ini sembako berupa beras akan didistribusikan ke masing-masing kelurahan dari distributor,” ujar Zainullah, kepala DSP3A Kota Probolinggo. Lalu, Kamis atau Jumat sembako sudah bisa disalurkan kepada warga. Diperkirakan, distribusi ke semua kelurahan tuntas dilakukan tanggal pada 2-3 Juli.
Zainullah menjelaskan, ada proses verifikasi calon penerima sebelum penyaluran bansos tahap dua dilakukan. Tujuannya, memastikan bahwa penerima bansos ini sebelumnya tidak menerima bantuan lain dari pemerintah pusat. “Saat ini banyak program bantuan dari pemerintah pusat dan pemerintah provinsi yang turun. Sehingga perlu diverifikasi agar tidak dobel penerimanya,” terangnya.
Pihaknya, menurut Zainuallah, mengajukan tambahan 458 KPM kepada distributor pada bansos tahap dua. Jumlahnya tidak banyak. Sebab, banyak warga yang menerima bansos dari pusat maupun provinsi.
Selain itu, juga ada perubahan dalam penyaluran bansos tahap dua. Yaitu, bansos yang diberikan hanya berupa beras. Berbeda dengan sebelumnya yang berupa beras 10 kg, mi instan, minyak goreng atau gula. “Ini berdasarkan permintaan masyarakat juga agar tidak ribet menerimanya. Jadi dirupakan beras. Tapi dalam jumlah lebih banyak yaitu 15 kg,” ujarnya.
Jenis beras yang dibagikan juga sama, yaitu beras Kepompong. Menurut Zainuallah, harga beras ini cukup tinggi di pasaran. Yaitu, di atas Rp 10 ribu per kg, tambahnya.(Wap)

Tags: