Dinsos Kabupaten Sidoarjo Serahkan 13 Anak Telantar ke Orang Tua Asuh

Kepala Dinas Sosial Jatim sedang menyerahkan anak asuh ke orang tua asuh. [ahmad suprayogi/bhirawa]

Sidoarjo, Bhirawa
Sebanyak 13 Calon Anak Asuh yang sudah dirawat dan dipelihara oleh Dinas Sosial Jawa Timur melalui UPT PPSAB (Perlindungan dan Pelayanan Sosial Anak Balita) Sidoarjo, telah diserahkan kepada COTA (Calon Orang Tua Asuh). Dengan harapan mereka bisa meraih masa depan yang lebih baik lagi.

Prosesi penyerahan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Sosial Jawa Timur Dr. Alwi, M.Si di UPT PPSAB Sidoarjo dengan didampingi Kepala UPT PPSAB Sidoarjo Dra. Evi Dwi Jayanti beserja para jajaran terkait, pada Rabu (10/8) kemarin.

Kadinsos Jatim Alwi berpesan kepada para orang tua asuh agar anak-anak yang kurang beruntung ini bisa dijaga, dirawat dan dibesarkan dengan sebaik-baiknya. Jangan sampai anak-anak yang kurang beruntung ini tidak beruntung untuk kedua kalinya. “Semua itu tergantung niatan dan kesungguhan orang tua asuh. Oleh karena itu, agar tidak terjadi dengan hal yang tidak kita inginkan, makanya kami sangat selektif dalam memilih orang tua asuh,” katanya.

Hal ini kami lakukan jangan sampai salah memilihkan orang tua. Disamping itu dalam prosesnya juga tidak ada unsur untuk memperlambat, namun demi kewaspadaan dan kehati-hatian kita semua. termasuk juga melihat kondisi anak-anak agar lebih siap memasuki keluarga baru.

“Setelah menerima anak-anak ini, keluarga bapak/ibu akan mengawali sekmentasi baru, mungkin lebih sibuk, ada suara-suara tangisan dan yang lainnya. Makanya saya titipkan anak-anak ini agar dirawat dan diasuh dengan baik tumbuh kembangnya. Termasuk juga mengenai kesehatan dan pendidikannya juga harus diperhatikan,” titip Alwi dalam sambutannya.

Kepala UPT PPSAB Sidoaro Evi Dwi Jayanti juga menambahkan dalam proses penyerahan anak asuh kepada orang tua asuh ini tidak hanya berhenti hingga sekarang ini saja, tetapi masih ada pemantauan beberapa kali. “Tujuannya untuk memastikan bahwa anak-anak ini benar-benar dirawat dengan baik apa tidak. Jangan sampai anak-anak ini telantar untuk yang kedua kalinya. Pemerintah sudah merawat dengan baik, begitu diserahkan ke orang tua asuh malah tidak sejahtara. Jadi kita pantau terus jangan sampai terjadi tidak beruntung yang kedau kalinya,” tegas Evi Dwi Jayanti.

Keluarga Parjianto (37) asal Trenggalek mengaku sangat senang sekali, dan berjanji akan merawat anaknya Juliana (2 tahun) dengan sebaik-baiknya. “Tentu akan saya rawat seperti anak kandung sendiri. Kami sudah berkeluarga selama dua tahun, hingga ini belum dikaruniai anak, sudah berobat ke Malaysia hingga berkali-kali, namun juga belum diamanahi. Jodohnya saya di PPSAB ini,” ungkap Parjianto.[ach.ca]

Tags: